KOSONGSATU.ID—Pembangunan rumah pintar di Sukabumi langsung digas. Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) langsung mengirimkan 100-an personel ke proyek sosial bertajuk Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) itu.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) OPSHID tercatat memberangkatkan 20 relawan yang akan bertugas selama 30 hari di Pelabuhan Ratu. Mereka bakal terlibat mulai dari tahap persiapan, langsir material ke lokasi, sampai pembangunan selsesai.

Mereka berangkat dengan bekal hasil patungan DPP OPSHID. “Hidup harus bergerak, manfaat untuk Indonesia Raya,” demikian kata Ketua Departemen Pembangunan DPP OPSHID, Taufiqurrohman, dikutip Senin (16/6/2025).

Salah satu rumah penerima program Rumah Pintar Shiddiqiyyah sebelum dibongkar pada Sabtu, 14 Juni 2025. | Dok. OPSHID Zona 3

Empat Zona OPSHID juga tak ketinggalan mengirimkan ‘laskar’.

Zona 1 mengirimkan 13 tenaga kerja, 2 tenaga untuk memasak, dan 2 orang penanggungjawab material dan lapangan. Perwakilan zona ini, rencananya, akan bertugas selama 21 hari—dan mereka yakin tugas mereka bakal rampung.

Biaya pemberangkatan juga dari patungan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) OPSHID Zona 1 dan badan usahanya. Selain itu, ada juga partisipasi dari para simpatisan yang berada di zona tersebut.

Dokumentasi kegiatan OPSHID Zona 1. Zona ini memberangkatkan 17 personel untuk Rumah Pintar. | Dok. OPSHID ZONA 1

“Kami diajarkan Sang Maha Guru kami untuk bergotong royong bersama, membangun rumah bagi sesama anak bangsa yang belum memiliki rumah yang layak,” kata Ketua Departeman Pembangunan OPSHID Zona 1, Moch. Shodiqul Aziz, dikutip Senin (16/6/2025).

“Program rumah ini disebut Sang Maha Guru rumah syukur: syukur atas kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harapan kami agar yang membangun, yang dibangun, dan masyarakat semuanya ini makin bersyukur,” imbuhnya.

Sementara itu, Muchsin, koordinator OPSHID Zona 2, menyatakan bakal memberangkatkan 12 relawan yang bakal bertugas selama kurang lebih satu bulan. Mereka diberangkatkan dengan bekal yang didapat dari sumber pendanaan jiwa-jiwa OPSHID Zona 2, juga dukungan dari mitra Sehat Tentrem (ST) di zona itu.

“Lestarikan semangat cinta Tanah Air bagian dari iman dengan syukur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang sehat akalnya dan tenteram jiwanya,” kata Muchsin, dikutip Senin (16/6/2025).

Zona 2 mengirimkan 12 relawan ke Sukabumi. | Dok. OPSHID Zona 2

Dari Zona 3, ada 10 personel yang diberangkatkan ke Pelabuhan Ratu. Mereka bakal di sana selama 45 hari, dan terlibat dari persiapan pembangunan hingga pengerjaan rumah pintar sampai selesai. Tim diberangkatkan dari hasil patungan.

“Bangsa Indonesia bangsa yang besar. Kewajiban Bangsa Indonesia untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia,” kata Edi Rosyidi, Koordinator Zona 3, dikutip Senin (16/6/2025).

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya. Kewajiban Bangsa Indonesia adalah menjaga kelestarian bangsa dan mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia,” imbuh Edi.

Sedangkan dari Zona 4—yang berasal dari wilayah luar Pulau Jawa—kurang lebih ada 20 personel yang diberangkatkan. Semuanya bakal di lokasi hingga pembangunan rumah pintar rampung. Sebagaimana DPP dan 3 zona lainnya, mereka semua berangkat dari dana hasil patungan.

“Intinya, kami senang karena saat ini kami dipersatukan dari beberapa wilayah Indonesia. OPSHID-OPSHID daerah bisa dipertemukan di satu daerah dengan tugas yg sama, yaitu membangun Rumah Pintar Shiddiqiyyah untuk Indonesia Raya,” tegas Robiyanto, Koordinatir OPSHID Zona 4.