Seorang komandan senior militer Iran mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mencari jalan keluar dari konflik—setelah gagal mencapai tujuannya dalam perang yang telah memasuki pekan keempat.
KOSONGSATU.ID – Komandan Markas Khatam al-Anbiya dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Abdollahi, mengatakan Washington kini terjerat dalam konfrontasi, dan beralih ke para pemimpin regional untuk memfasilitasi jalan keluar.
“Setelah menyadari realitas di lapangan dan gagal mencapai tujuannya, Trump beralih ke pemimpin sejumlah negara untuk mengeluarkan dirinya dari perang,” ujar Abdollahi, seperti dilansir media Iran dan dikutip Middle East Monitor, Selasa (24/3).
Ia menggambarkan perkembangan ini sebagai “kebanggaan bagi rakyat Iran”. Juga menegaskan bahwa respons Iran telah memaksa Amerika Serikat mempertimbangkan ulang posisinya.
Klaim Gagalnya Serangan 48 Jam
Abdollahi juga mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel awalnya berencana menjatuhkan Iran dalam waktu 48 jam—termasuk rencana menargetkan tokoh-tokoh kepemimpinan senior. Namun, ia menyebut, upaya tersebut digagalkan oleh perlawanan Iran.
Pernyataan ini muncul di tengah kabar simpang siur mengenai kemungkinan kontak antara Washington dan Teheran.
Pada Senin (23/3), Trump mengklaim telah mengadakan pembicaraan “sangat baik dan produktif” dengan Iran dalam dua hari sebelumnya—klaim yang kemudian dibantah oleh pejabat Iran.
Trump juga mengumumkan penundaan lima hari untuk serangan yang direncanakan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, yang semula dijadwalkan pada Selasa (24/3). Langkah ini memicu spekulasi tentang kemungkinan penyesuaian strategi diplomatik atau militer.
Konteks Eskalasi dan Diplomasi
Sementara Iran membantah adanya negosiasi langsung, laporan dari berbagai sumber menyebut bahwa pihak ketiga, seperti Pakistan dan negara-negara Teluk, tengah menjadi perantara komunikasi antara Washington dan Teheran.
Sehari sebelumnya, Irak secara resmi mengumumkan keterlibatannya dalam konflik setelah serangan udara AS-Israel menewaskan komandan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang beraliansi dengan Iran.





0 Komentar