Angkatan Laut Iran (Artesh) mengumumkan telah meluncurkan rudal jelajah darat-ke-laut yang menargetkan kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dan memaksa gugus tugas AS mengubah posisinya di perairan Teluk Persia.
KOSONGSATU.ID – Departemen Hubungan Masyarakat Militer Iran menyatakan operasi ini dilakukan pada Rabu (25/3), atas perintah langsung Laksamana Amir Shahram Irani—Komandan Angkatan Laut Artesh—dari markas strategis pasukan.
“Rudal jelajah darat ke laut dari pasukan Artesh menargetkan gugus kapal Abraham Lincoln dari armada Amerika yang bermusuhan dan memaksa mereka untuk mengubah posisi,” demikian pernyataan resmi yang dikutip Pars Today.
Kontrol Atas Selat Hormuz
Laksamana Irani menyatakan bahwa Angkatan Laut Iran memiliki supremasi maritim mutlak di Teluk Persia dan melakukan kontrol cerdas atas Selat Hormuz.
“Kinerja dan manuver gugus kapal bermusuhan Abraham Lincoln terus dipantau oleh Angkatan Laut Artesh Iran dan segera setelah gugus kapal bermusuhan berada dalam jangkauan sistem rudal, mereka akan menjadi sasaran serangan dahsyat Angkatan Laut Artesh Iran,” tegas Irani.
Pernyataan itu disampaikan sambil memperingati syuhada kapal perusak Dena, kapal perang Iran yang dilaporkan terkena serangan sebelumnya.
Eskalasi di Perairan Teluk
Insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik Iran melawan AS, yang telah memasuki pekan keempat. Kapal induk Abraham Lincoln merupakan salah satu aset militer paling strategis AS yang dikerahkan di kawasan.
Belum ada pernyataan resmi dari Pentagon atau Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai klaim Iran ini.
Sebelumnya, AS telah mengerahkan sejumlah kapal perang ke kawasan menyusul pecahnya perang pada 28 Februari.
Serangan terhadap kapal induk terjadi sehari setelah Iran meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain. IRGC juga mengklaim telah melancarkan gelombang ke-79 Operasi Janji Sejati 4 menargetkan fasilitas intelijen Israel.
Konteks Strategis
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global. Kemampuan Iran mengendalikan selat ini menjadi faktor kunci dalam konflik yang sedang berlangsung.




0 Komentar