Politikus, Pejuang, dan Pendakwah di Layar Lebar
Selain di dunia pesantren, KH. Yusuf Hasyim aktif dalam politik kebangsaan. Ia sempat duduk di DPR RI melalui Fraksi Utusan Daerah, kemudian bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menariknya, pada 1985 ia tampil di film Sembilan Wali, memerankan Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) — menunjukkan cara uniknya berdakwah lewat media populer.
Warisan Perjuangan dan Pengakuan
KH. Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007 di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, akibat radang paru-paru dan gagal napas akut. Ribuan orang mengiringi kepergiannya menuju makam di kompleks Tebuireng.
Beberapa bulan kemudian, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menandai pusaranya dengan simbol bambu runcing — tanda kehormatan bagi pejuang yang dimakamkan di luar Taman Makam Pahlawan. Ia juga menerima Bintang Gerilya dan Satya Lencana Kesetiaan dari negara.
Kini, namanya kembali mengemuka. Pemerintah tengah mengusulkan KH. Muhammad Yusuf Hasyim sebagai Pahlawan Nasional 2025, penghormatan atas kiprahnya sebagai santri pejuang, pembaharu pendidikan, dan penjaga moral kebangsaan.***



1 Komentar