Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah, melainkan buah manis dari tetesan keringat pejuang di medan tempur dan lantunan doa para ulama di sepertiga malam. Jejak langkah Soekarno di lorong-lorong gelap Pagentongan menjadi pengingat abadi bagi kita hari ini: bahwa kekuatan politik sebesar apa pun, dan wibawa pemimpin setinggi apa pun, selalu membutuhkan pijakan spiritual yang kokoh dari para ulama yang ikhlas.***


Daftar Rujukan:

  • Lubis, Nina Herlina. (2011). Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Barat. Bandung: Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat. (Hal. 49, 105, 160).
  • Dokumen Sejarah Pertemuan Cileungsi, 5 Februari 1945 (Catatan Kehadiran Tokoh Pergerakan dan Ulama).
  • Hasil Wawancara Deden Solahudin (Cicit KH Tubagus Muhamad Falak) dan Tubagus Rahmatulloh (Cucu KH Tubagus Muhamad Falak).
  • Catatan Sejarah Pesantren Pagentongan Bogor dalam Jejak Sejarah Islam Bogor.
  • Ubaidillah Ahmad, Catatan Dzikrus Shalihin mengenai Biografi Abah Falak.