Kesaksian serupa meluncur dari cucu Abah Falak, Tubagus Rahmatulloh. Ia mencatat bahwa Bung Karno sering datang nyaris tengah malam demi berdiskusi empat mata.
“Bung Karno biasanya datang di atas pukul 23.00 WIB atau di atas pukul 01.00 WIB malam. Kalau lagi nggak pakai mobil, terkadang ia datang naik delman ke sini agar bisa ketemu sama Abah,” jelasnya.
Meminta Nasihat Kemerdekaan hingga Firasat Kejatuhan
Kedatangan Soekarno ke Pagentongan bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia kerap meminta masukan terkait arah perjuangan bangsa, bahkan menanyakan hal-hal spesifik seperti penentuan awal bulan suci Ramadhan.
Lebih dari itu, pondok pesantren asuhan Abah Falak ini menjelma menjadi ruang konsolidasi spiritual. Para ulama menjadikan tempat ini sebagai titik kumpul untuk menggelar rapat darurat sebelum proklamasi berkumandang, merumuskan langkah paling tepat untuk membebaskan bangsa dari belenggu penjajah.
“Jadi para ulama itu berkumpul bersama Abah di sini untuk mendorong secara spiritual terhadap kemerdekaan Indonesia. Tapi sayangnya hal ini tidak banyak masuk dalam sejarah karena tidak banyak yang tahu saat itu,” tambah Tubagus Rahmatulloh.
Seiring berjalannya waktu, hubungan batin antara umara dan ulama ini semakin teruji. Menjelang akhir masa kekuasaannya yang penuh gejolak pada pertengahan 1960-an, Abah Falak kabarnya sempat memberikan sanepan atau isyarat halus kepada Soekarno. Sang kiai seolah sudah membaca awan gelap krisis politik yang akan menimpa Indonesia, mengingatkan Sang Proklamator untuk senantiasa mawas diri.
Warisan Kemerdekaan dari Bilik Pesantren
Abah Falak memang tidak memanggul senjata di garis depan. Namun, kharisma dan komandonya menggerakkan ribuan santri untuk bergabung dengan PETA, Heiho, Laskar Hizbullah, hingga Sabilillah. Saat masa revolusi fisik bergejolak, Pesantren Pagentongan berdiri tegak sebagai markas perjuangan mempertahankan wilayah Bogor dari gempuran tentara NICA.
Sang kiai ulung tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada 19 Juli 1972 di usia 130 tahun yang sangat berkah.




Tinggalkan Balasan