“Curah hujan yang cukup lebat dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya bencana,” ujar Manajer Pusdalops BPBD Sukabumi Daeng Sutisna, Minggu (1/2/2026). Sedikitnya 21 rumah warga di Kecamatan Cikidang sempat terendam banjir pada malam hari.

Di Jawa Tengah, banjir menggenangi wilayah Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Jepara sejak 9–12 Januari 2026. Luapan Sungai Piji, Dawe, Mrisen, dan Jati Pasean memperparah kondisi permukiman dan lahan pertanian.

Di Kabupaten Bekasi, banjir terjadi setelah tanggul Sungai Citarum jebol pada Selasa (20/1/2026), merendam ratusan rumah dengan ketinggian air hingga satu meter. Di Kabupaten Lamongan, luapan Bengawan Jero pada 21 Januari 2026 menggenangi 5.188 rumah dan 7.125 hektare sawah, melampaui ambang Siaga Merah.

BMKG sebelumnya, dalam pernyataan resmi di Jakarta pada Sabtu (31/1/2026), telah menetapkan status siaga hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta karena potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Hingga awal Februari 2026, dampak bencana masih meluas dan penanganan darurat di sejumlah daerah belum sepenuhnya selesai. ***