Cuaca Ekstrem dan Ujian Kesiapan Nataru
Peringatan Menhub itu sejalan dengan analisis BMKG, yang mencatat potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah strategis. Untuk jalur darat, wilayah rawan meliputi sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Papua Pegunungan—koridor yang selama Nataru menjadi urat nadi pergerakan manusia dan logistik.
Di sektor laut, BMKG memprakirakan cuaca buruk di Perairan Utara Banten hingga Jawa Tengah, Laut Jawa bagian barat dan tengah, Selat Sunda bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Sawu, Perairan Selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Teluk Cendrawasih, serta Perairan Utara Papua Barat hingga Papua. Kondisi ini berpotensi memicu gelombang tinggi dan mengganggu pelayaran penumpang maupun barang.
BMKG juga mencatat kondisi berawan hingga hujan ringan di sejumlah pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, dan Lembar. Meski terkesan ringan, perubahan cuaca yang cepat tetap dinilai berisiko pada kepadatan lalu lintas penyeberangan.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menegaskan kesiapan lembaganya mendukung pengamanan Nataru dengan penyediaan informasi cuaca, iklim, dan geofisika secara akurat dan tepat waktu. Fokus BMKG, katanya, adalah keselamatan transportasi di bandara, pelabuhan, dan jalur utama pergerakan masyarakat.
Ancaman cuaca ekstrem juga dipengaruhi fenomena La Niña lemah yang diprediksi bertahan hingga awal 2026. BMKG menilai kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan, terutama di Sulawesi Selatan—meliputi Makassar, Maros, Gowa, Takalar, Pangkep, dan Barru—pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Di tengah kombinasi hujan lebat, lonjakan mobilitas, dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah titik, peringatan Menhub menjadi penanda bahwa Nataru tahun ini bukan sekadar soal kelancaran perjalanan. Ia juga tentang kemampuan negara dan operator membaca alam, menahan laju jika perlu, dan menempatkan keselamatan di atas segalanya.***




Tinggalkan Balasan