Pemerintah Iran menjanjikan hadiah Rp1,2 miliar bagi warga sipil yang berhasil menangkap pilot militer Amerika Serikat dalam kondisi hidup-hidup.
KOSONGSATU.ID — Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran mencapai titik nadir. Teheran resmi membuka sayembara berhadiah fantastis bagi warga sipil yang mampu menangkap kru pesawat tempur AS yang selamat usai ditembak jatuh di kawasan barat daya.
Hadiah yang dijanjikan mencapai senilai Rp1,2 miliar. Pengumuman ini disiarkan stasiun televisi pemerintah IRNA secara berulang ke seluruh penjuru negeri untuk memobilisasi massa mencari pilot yang melontarkan diri.
Dua unit pesawat tempur AS jenis A-10 Thunderbolt dan F-15E Strike Eagle jatuh di dekat kawasan strategis Selat Hormuz. Analisis intelijen memastikan puing tersebut murni armada Washington, bukan varian siluman sebagaimana rumor yang beredar.
Operasi Penyelamatan Terkepung Massa
Militer Amerika Serikat segera menerjunkan helikopter Blackhawk untuk mengevakuasi personelnya. Namun, upaya penyelamatan tempur ini mendapat perlawanan sengit dari pasukan darat dan kepungan warga sipil yang memburu insentif tersebut.
“Jika pilot yang ditangkap dalam keadaan hidup, orang tersebut akan diberi hadiah,” tegas pembawa berita IRIB, lembaga penyiaran publik Iran, dalam laporannya pada Sabtu (4/4/2026).
Menurut laporan CNN, satu kru F-15E berhasil dievakuasi, namun satu lainnya masih berstatus hilang. Sementara itu, pilot A-10 dilaporkan dalam kondisi selamat—merujuk pada laporan jaringan berita Al Jazeera.
Fenomena warga sipil menjadi pemburu bayaran ini meningkatkan risiko pelanggaran hukum internasional. Kondisi ini dikhawatirkan mengancam keselamatan tawanan perang sebagaimana perlindungan yang diatur dalam Konvensi Jenewa.***




Tinggalkan Balasan