Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memicu kecaman global setelah memimpin doa perang di Pentagon yang meminta kekerasan luar biasa tanpa belas kasihan.
KOSONGSATU.ID – Hegseth memimpin kebaktian Kristen di jantung militer Amerika pada 25 Maret 2026. Ia memohon legitimasi langit agar setiap peluru tepat sasaran menghancurkan musuh, yang dianggap tidak layak mendapat belas kasihan.
“Doakan agar setiap peluru tepat sasaran melawan musuh kebenaran dan bangsa besar kita,” kata Hegseth dalam kebaktian tersebut. Ia menyerukan “kekerasan yang luar biasa terhadap mereka yang tak pantas mendapat belas kasihan.”
Frasa “overwhelming violence of action” yang diucapkan Hegseth menjadi sorotan tajam para pengamat militer. Logika dominasi total ini bertujuan melumpuhkan lawan sepenuhnya, tanpa memberi celah sedikit pun untuk bernapas.
Hegseth secara absolut menetapkan siapa yang layak hidup dan mati melalui doa tersebut. Ia juga membacakan Mazmur tentang mengejar musuh hingga binasa, dan menyerahkan jiwa-jiwa jahat ke neraka abadi tanpa penyesalan.




0 Komentar