Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa perayaan keagamaan dan budaya seperti Imlek memiliki dampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat dan laju pariwisata domestik. Sektor akomodasi, kuliner, hingga kerajinan tangan lokal diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan yang signifikan.
“Kami mengimbau pelaku usaha industri pariwisata agar memberikan pelayanan prima kepada wisatawan yang menikmati libur panjang,” kata Widiyanti Putri Wardhana, sebagaimana dikutip ANTARA pada Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa perpanjangan masa tinggal (length of stay) wisatawan menjadi target utama pemerintah melalui berbagai paket festival yang tersebar di destinasi unggulan.
Optimisme ini didukung oleh tren positif sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data statistik, Indonesia mencatat lebih dari 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara selama periode Januari hingga Desember 2025, atau tumbuh sekitar 10,8 persen dari tahun sebelumnya.
Meski angka pasti dampak ekonomi Imlek 2026 masih dalam proses pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisatawan di lapangan menunjukkan gairah yang kuat.
Di Semarang, Jawa Tengah, kolaborasi pemerintah daerah dengan pelaku wisata terlihat di ikon budaya Kelenteng Sam Poo Kong. Tempat ini menjadi pusat akulturasi yang mengundang ribuan pengunjung, membuktikan bahwa tradisi nusantara dan Tionghoa mampu menciptakan daya tarik ekonomi yang luar biasa melalui festival seni lintas budaya.
Estafet Budaya dari Singkawang hingga Solo
Kemeriahan tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota. Berbagai daerah di Indonesia turut menggelar panggung budaya yang menonjolkan kearifan lokal dalam bingkai kebangsaan.
Di Singkawang, Kalimantan Barat, Festival Cap Go Meh kembali menjadi magnet dunia dengan pawai lampion dan ritual khas yang melegenda. Sementara di Surakarta, tradisi Grebeg Sudiro menjadi bukti nyata bagaimana budaya Tionghoa dan Jawa menyatu dalam sebuah parade gunungan yang meriah.
Di Bogor, Jawa Barat, perayaan tetap berjalan khidmat melalui Cap Go Meh Street Festival yang tahun ini harus bersandingan dengan atmosfer persiapan Ramadan. Hal serupa terlihat di Palembang, Manado, dan Makassar, di mana setiap kota menonjolkan sisi unik keberagaman mereka melalui festival kuliner dan pasar rakyat.




0 Komentar