Perlambatan Ekonomi China Ikut Disorot

Selain konflik Timur Tengah, pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekonomi China yang disampaikan dalam forum Two Sessions.

China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan porsi sekitar 24 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada 2025 yang mencapai sekitar 64,82 miliar USD.

Perlambatan ekonomi negara tersebut berpotensi menekan permintaan komoditas Indonesia serta memengaruhi arus investasi.

Realisasi investasi China di Indonesia pada 2025 tercatat sekitar 7,5 miliar USD.

Secara historis, setiap perlambatan 1 persen pertumbuhan ekonomi China dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,3 persen.

Bursa Global Turut Melemah

Sentimen negatif juga terlihat pada bursa saham Eropa. Sejumlah indeks utama kompak ditutup di zona merah.

Indeks Euro Stoxx 50 turun 1,46 persen, FTSE 100 Inggris melemah 1,45 persen, DAX Jermanturun 1,61 persen, dan CAC Prancis terkoreksi 1,49 persen.

Tekanan pada pasar global tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak konflik geopolitik terhadap stabilitas ekonomi dunia.***