Survei IDEAS dan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa pada Mei 2024 menunjukkan luka itu nyata. Sebanyak 42 persen guru berpenghasilan di bawah Rp2 juta per bulan. Di kelompok honorer atau kontrak, 74 persen berpenghasilan di bawah Rp2 juta, dan 20,5 persen di bawah Rp500 ribu, menurut laporan GREAT.
Angka itu menjelaskan mengapa isu gaji guru selalu mudah memantik emosi publik. Guru diminta menjaga mutu pendidikan, membentuk karakter, mengejar target kurikulum, bahkan menambal kekurangan sistem. Tetapi banyak dari mereka masih hidup dari honor yang jauh dari layak.
Kasta Guru dan Negara yang Ragu
Di balik istilah “guru” ada lapisan status yang menentukan nasib. Guru ASN bersertifikasi berada di jalur relatif aman. Guru tetap yayasan bergantung pada kemampuan lembaga. Guru honorer dan kontrak sering berada di posisi paling rapuh.
Kastanisasi ini membuat kebijakan kesejahteraan guru tidak pernah sederhana. Kenaikan tunjangan untuk satu kelompok belum tentu menyentuh kelompok lain. Bantuan subsidi upah bisa membantu sesaat, tetapi tidak menyelesaikan struktur upah yang timpang.
Di daerah, persoalan makin rumit karena desentralisasi pendidikan membuat kemampuan fiskal pemerintah daerah sangat menentukan. Ketika rekrutmen, penggajian, dan kebutuhan sekolah tidak berjalan seimbang, guru honorer menjadi bantalan paling murah agar proses belajar tetap berlangsung.
Karena itu, kebocoran ekspor boleh saja diburu. Praktik curang yang menggerus penerimaan negara memang harus dihentikan. Namun, kesejahteraan guru tidak boleh menunggu negara selesai mengejar uang yang bocor.
Kuncinya ada pada keberanian politik: membersihkan pos anggaran pendidikan dari beban yang tidak langsung memperkuat mutu belajar, menata ulang status guru, memperjelas tanggung jawab pusat dan daerah, serta menjadikan gaji layak sebagai fondasi profesi.
Guru tidak membutuhkan pujian yang berulang setiap Hari Pendidikan. Mereka membutuhkan kepastian bahwa kerja mendidik dihitung sebagai kerja profesional, bukan pengabdian yang cukup dibayar dengan tepuk tangan.




Tinggalkan Balasan