Sistem pertahanan udara Iran menembak jatuh drone pengintai Israel di Isfahan.


KOSONGSATU.ID—Sistem pertahanan udara Iran dilaporkan menembak jatuh drone pengintai Israel di wilayah udara Isfahan pada Jumat, 6 Maret 2026. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik militer antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel.

Menurut pernyataan militer Iran, objek terbang tak dikenal terdeteksi memasuki wilayah udara strategis di atas kota Isfahan sebelum akhirnya dihancurkan oleh sistem pertahanan udara setempat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan unit pertahanan udara segera merespons setelah radar mendeteksi keberadaan pesawat nirawak tersebut.

Militer Iran kemudian mengonfirmasi bahwa target yang ditembak jatuh merupakan drone pengintai milik Israel jenis Heron.

IRGC menyebut sedikitnya dua unit drone Heron berhasil dihancurkan dalam insiden yang terjadi pada hari yang sama.

Drone Heron merupakan kendaraan udara nirawak buatan Israel Aerospace Industries (IAI). Pesawat ini dikenal sebagai drone pengintai jarak jauh dengan kemampuan operasi pada ketinggian hingga sekitar 14.000 meter.

Drone tersebut juga mampu membawa berbagai sensor pengintaian serta muatan hingga sekitar 1.000 kilogram.

Pertahanan udara Iran diklaim masih aktif

Otoritas Iran menyatakan keberhasilan menembak jatuh drone tersebut menunjukkan sistem pertahanan udara di kawasan Isfahan masih berfungsi di tengah serangan udara yang berlangsung sejak akhir Februari.

Mantan Komandan IRGC Mohsen Rezaei menyebut Iran telah menembak jatuh sejumlah drone milik Amerika Serikat dan Israel selama konflik berlangsung.

“Dalam perang saat ini, kami telah mencapai kemajuan yang baik di bidang militer. Puluhan drone canggih Amerika dan Israel telah ditembak jatuh,” kata Rezaei, seperti dikutip CNN Indonesia pada 6 Maret 2026.

Konflik pecah sejak akhir Februari

Ketegangan militer meningkat sejak 28 Februari 2026 setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior.