Bagi Rusia dan China, rancangan resolusi itu dinilai masih terlalu memberi ruang bagi tekanan terhadap Iran. Sebaliknya, negara-negara pendukung menilai veto itu memperdalam gangguan atas salah satu jalur energi terpenting dunia. Reuters mencatat sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi selat tersebut.
Dengan begitu, inti persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang menguasai Hormuz, melainkan hukum siapa yang dipakai untuk menafsirkan hak lintas di sana. Selama tafsir itu belum bertemu, Hormuz akan tetap menjadi sumber guncangan energi, biaya pelayaran, dan ketegangan geopolitik global.***
Halaman


0 Komentar