
Peuyeum dan Sains Perubahan Molekuler
Di luar oncom, ada peuyeum—singkong fermentasi khas Bandung yang oleh dunia sains diidentifikasi melibatkan Saccharomyces cerevisiae sebagai agen utamanya. Khamir ini memecah pati singkong menjadi gula sederhana, lalu mengkonversinya menjadi senyawa organik yang memberi tekstur lunak dan aroma khas peuyeum.
Proses yang terlihat sederhana ini sebenarnya adalah rangkaian reaksi biokimia kompleks yang melibatkan konsorsium mikroorganisme. Leluhur Sunda tidak perlu mengetahui nama latinnya—mereka cukup tahu kapan dan bagaimana caranya.
Ekologi Pangan yang Relevan untuk Masa Depan
Riandi Darwis menekankan bahwa pola makan Sunda berakar pada konsep Tritangtu—keseimbangan antara manusia, alam, dan Yang Maha Kuasa. Sistem ini mengatur konsumsi berdasarkan musim, tempat, dan waktu—persis seperti yang kini disebut ilmu lingkungan sebagai locally-sourced, seasonal consumption pattern.
Lalapan bukan sekadar pelengkap sambal. Ia adalah cara mengonsumsi antioksidan segar langsung dari ekosistem sekitar tanpa proses pengolahan panjang yang merusak kandungan gizi.
Saat dunia sedang panik mencari solusi ekonomi sirkular dan pengurangan limbah pangan, masyarakat Sunda sudah punya jawabannya sejak lama. Mungkin sudah waktunya kita berhenti menganggap dapur nenek sebagai tempat yang ketinggalan zaman—dan mulai memperlakukannya sebagai laboratorium yang belum selesai kita pelajari.***




Tinggalkan Balasan