BNPB mencatat 1.487 hingga 1.842 titik panas di Kalimantan. Kabut asap mengganggu penerbangan dan kualitas udara, sementara operasi udara serta darat digencarkan di tengah El Niño.
KOSONGSATU.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana mendeteksi 1.487 titik panas yang berpotensi menjadi kebakaran hutan dan lahan di sebagian besar Pulau Kalimantan berdasarkan data satelit NOAA-20 hingga 20 Agustus 2026. Konsentrasi tertinggi tercatat di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat 560 titik.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik, sementara Kalimantan Utara hanya tiga titik. “Sebaran titik panas tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk dicegah agar tidak meluas menjadi karhutla,” kata Berton dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Data SiPongi yang dihimpun BNPB pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB menunjukkan peningkatan menjadi 1.842 titik panas di lima provinsi Kalimantan. Kalimantan Tengah kembali mendominasi dengan 976 titik, disusul Kalimantan Barat 489 titik, Kalimantan Timur 237 titik, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik.
Kabut asap yang ditimbulkan mulai mengganggu aktivitas. Penerbangan di Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kalimantan Tengah, dibatalkan dalam dua hari terakhir. Bandara Singkawang di Kalimantan Barat juga menghentikan seluruh operasional sementara karena jarak pandang berada di bawah batas aman. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, konsentrasi partikulat halus PM2,5 mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya.
Kementerian Kehutanan sebelumnya mencatat penurunan tajam jumlah titik panas nasional dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026, atau turun 56,2 persen. Penurunan paling signifikan terjadi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Namun, pihaknya menegaskan bahwa penurunan tersebut belum berarti seluruh kebakaran telah padam.
Operasi Udara dan Darat Diperkuat
BNPB bersama pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini. Sebanyak 39 unsur udara, termasuk helikopter patroli, operasi modifikasi cuaca, dan water bombing, dikerahkan untuk menekan perluasan api. Pemadaman darat juga terus dilakukan oleh gabungan Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD.
Berton mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan selama musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Niño yang sedang aktif. “BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, pemantauan satelit dan verifikasi lapangan masih berlangsung untuk memastikan luas area yang terbakar serta efektivitas penanganan di lapangan.***




Tinggalkan Balasan