Kuota rumah subsidi 2026 dipatok 350 ribu unit dengan anggaran Rp37,1 triliun, tapi realisasinya baru menyentuh sepertiga jalan menuju akhir tahun. Sementara itu, dua lembaga pemerintah sendiri belum sepakat soal angka pastinya.
KOSONGSATU.ID — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baru mencapai 111.537 unit rumah per Kamis, 23 Juli 2026, atau sekitar 31,9 persen dari kuota tahunan 350.000 unit yang ditetapkan pemerintah.
Angka itu berbeda dari yang dilaporkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam publikasi resminya pada Kamis, 16 Juli 2026, yang menyebut capaian penyaluran rumah subsidi “lebih dari 102.900 unit”—selisih hampir 9.000 unit untuk rentang waktu yang hanya berjarak seminggu dari data BP Tapera.
Target Naik, Tapi Laju Realisasi Tertinggal
Kementerian PKP mengumumkan kenaikan target penyaluran FLPP menjadi 350.000 unit dengan dukungan anggaran Rp37,1 triliun pada Jumat, 22 Mei 2026, naik dari realisasi 2025 yang tercatat 278.868 unit senilai Rp34,64 triliun—capaian tertinggi sejak program pembiayaan rumah subsidi berjalan secara nasional pada 2010.
Dalam publikasi 16 Juli 2026 yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengingatkan lembaga penyalur soal beratnya tantangan di depan: “BP Tapera tantangannya banyak dan punya harapan dari rakyat dan pengembang. Dituntut untuk sangat berintegritas, sesuai target dan aturan,” katanya.



Tinggalkan Balasan