Kementerian Kehutanan sebelumnya mencatat penurunan tajam jumlah titik panas nasional dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026, atau turun 56,2 persen. Penurunan paling signifikan terjadi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Namun, pihaknya menegaskan bahwa penurunan tersebut belum berarti seluruh kebakaran telah padam.

Operasi Udara dan Darat Diperkuat

BNPB bersama pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini. Sebanyak 39 unsur udara, termasuk helikopter patroli, operasi modifikasi cuaca, dan water bombing, dikerahkan untuk menekan perluasan api. Pemadaman darat juga terus dilakukan oleh gabungan Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD.

Berton mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan selama musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Niño yang sedang aktif. “BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pemantauan satelit dan verifikasi lapangan masih berlangsung untuk memastikan luas area yang terbakar serta efektivitas penanganan di lapangan.***