Berikut adalah pemetaan wilayah kunci berdasarkan rilis resmi BMKG:

  • Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik): Potensi hujan ringan hingga sedang pada siang menuju sore hari.
  • Malang Raya & Batu: Potensi hujan lebat disertai petir secara merata.
  • Wilayah Tapal Kuda & Mataraman: Hujan diprediksi meluas hingga malam hari meliputi Jember, Madiun, hingga Ponorogo.
  • Wilayah Pesisir: Waspada angin kencang dengan kecepatan mencapai 30 km/jam.

Analisis Risiko Hidrometeorologi

Tingginya kelembapan udara yang mencapai 99% memicu fenomena “sumuk” atau rasa gerah ekstrem sebelum hujan turun. Kondisi atmosfer yang labil ini sangat mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berisiko menimbulkan hujan es atau angin kencang sesaat.

“Cuaca di wilayah Jawa Timur diprediksi akan didominasi cuaca hujan dengan beragam intensitas. Warga diimbau untuk tetap waspada dan memantau pembaruan cuaca secara berkala,” tulis pihak BMKG Juanda dalam rilis resminya, Senin (16/2).

BMKG juga mengingatkan potensi banjir genangan (urban flood) di wilayah perkotaan padat seperti Surabaya dan Sidoarjo akibat beban drainase yang meningkat. Selain itu, risiko tanah longsor membayangi wilayah dataran tinggi seperti Batu dan jalur Gumitir karena kondisi tanah yang mulai jenuh air.

Bagi pengguna jalan, khususnya di tol Trans-Jawa ruas Madiun-Surabaya, diimbau mewaspadai jarak pandang yang terbatas saat hujan puncak turun siang nanti. Masyarakat disarankan menghindari aktivitas di ruang terbuka, seperti di bawah pohon atau papan reklame, selama periode kritis berlangsung guna menghindari risiko sambaran petir dan pohon tumbang.***