BMKG Juanda merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk 37 wilayah di Jawa Timur hari ini, 16 Februari 2026. Masyarakat diimbau waspada hujan lebat dan petir pada periode kritis pukul 12.00-15.00 WIB.


KOSONGSATU.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur pada hari ini, Senin (16/2/2026). Dari total 38 kabupaten/kota, sebanyak 37 wilayah terdeteksi masuk dalam zona waspada hujan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi ini dipicu oleh puncak musim hujan yang masih berlangsung, diperkuat dengan aktivitas dinamika atmosfer seperti Monsun Asia yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah tersebut.

Periode Kritis dan Wilayah Terdampak

BMKG menetapkan jendela waktu antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB sebagai periode kritis (warning time). 

Pada rentang waktu tersebut, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi akan terkonsentrasi di wilayah aglomerasi dan dataran tinggi.

Berikut adalah pemetaan wilayah kunci berdasarkan rilis resmi BMKG:

  • Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik): Potensi hujan ringan hingga sedang pada siang menuju sore hari.
  • Malang Raya & Batu: Potensi hujan lebat disertai petir secara merata.
  • Wilayah Tapal Kuda & Mataraman: Hujan diprediksi meluas hingga malam hari meliputi Jember, Madiun, hingga Ponorogo.
  • Wilayah Pesisir: Waspada angin kencang dengan kecepatan mencapai 30 km/jam.

Analisis Risiko Hidrometeorologi

Tingginya kelembapan udara yang mencapai 99% memicu fenomena “sumuk” atau rasa gerah ekstrem sebelum hujan turun. Kondisi atmosfer yang labil ini sangat mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berisiko menimbulkan hujan es atau angin kencang sesaat.

“Cuaca di wilayah Jawa Timur diprediksi akan didominasi cuaca hujan dengan beragam intensitas. Warga diimbau untuk tetap waspada dan memantau pembaruan cuaca secara berkala,” tulis pihak BMKG Juanda dalam rilis resminya, Senin (16/2).

BMKG juga mengingatkan potensi banjir genangan (urban flood) di wilayah perkotaan padat seperti Surabaya dan Sidoarjo akibat beban drainase yang meningkat. Selain itu, risiko tanah longsor membayangi wilayah dataran tinggi seperti Batu dan jalur Gumitir karena kondisi tanah yang mulai jenuh air.

Bagi pengguna jalan, khususnya di tol Trans-Jawa ruas Madiun-Surabaya, diimbau mewaspadai jarak pandang yang terbatas saat hujan puncak turun siang nanti. Masyarakat disarankan menghindari aktivitas di ruang terbuka, seperti di bawah pohon atau papan reklame, selama periode kritis berlangsung guna menghindari risiko sambaran petir dan pohon tumbang.***