KOSONGSATU.ID–Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa atau OPSHID FKYME konsisten dua kali setahun rutin bergotong-royong membangun rumah syukur yang sangat layak huni bagi masyarakat miskin secara serentak. Bagaimana kebiasaan ini bermula?
Semuanya berawal dari tahun 2003, ketika Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah, Syekh Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi, mengarahkan agar OPSHID mengadakan kegiatan untuk mensyukuri Sumpah Pemuda dengan membagikan santunan berupa uang dan sembako untuk fakir miskin.
OPSHID langsung menjalankan amanah tersebut. Program dikerjakan secara rutin setiap tahun.
Namun, dalam perjalanannya, muncul gagasan dari DPP OPSHID FKYME untuk memberikan santunan yang lebih dari uang dan sembako. Hingga akhirnya tercetuslah gagasan untuk membangun Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS).
Setelah mendapatkan restu dari Sang Mursyid, gagasan itu mulai direalisasikan pada tahun 2008.
Di tahun pertamanya, baru 1 unit rumah yang berhasil dibangun OPSHID di Jombang, Jawa Timur. Kali itu proyek dikerjakan untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tahun berikutnya, 2009, dalam momen yang sama, OPSHID juga hanya membangun 1 rumah, masih di Jombang.
Menginjak tahun ketiga, 2010, jumlah rumah RLHS yang dibangun OPSHID melonjak drastis. Dari dua tahun sebelumnya hanya 1 unit, langsung meningkat jadi 31 unit.
Awalnya, pada momen Kemerdekaan Indonesia tahun 2010, OPSHID membangun 2 unit RLHS dalam momen Kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus. Jumlah ini sebenarnya sudah meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya, yang hanya merealisasikan 1 unit. Namun, pada acara Idul Fitri tahun tersebut, yang jatuh pada bulan September—satu bulan setelah 2 unit rumah terealisasi—Sang Mursyid menginstruksikan agar OPSHID kembali membangun rumah.
Pembangunan yang dimaksud Sang Mursyid kali itu bukan untuk mensyukuri Hari Kemerdekaan—karena momen tersebut sudah lewat—melainkan untuk mensyukuri Sumpah Pemuda yang segera datang. Tak hanya OPSHID pusat di Jombang yang diinstruksikan, tetapi semua OPSHID yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia—yang ketika itu memiliki 28 perwakilan di daerah.
Walhasil, sejak tahun itulah pembangunan RLHS berjalan serentak di seluruh wilayah yang ada perwakilan OPSHID-nya.
Untuk momen Sumpah Pemuda tahun 2010, 29 rumah berhasil dibangun. Satu rumah di Jombang, 28 rumah lainnya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jika ditambah 2 unit yang dibangun pada momen Kemerdekaan Indonesia, maka total ada 31 rumah yang dibangun OPSHID pada tahun tersebut.
Jumlah rumah yang dibangun mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Rata-rata 20-an rumah berhasil dibangun setiap tahunnya.
Pada tahun 2011, OPSHID kembali berhasil membangun 29 unit rumah, sama seperti tahun 2010. Tahun berikutnya, 2012, OPSHID membangun 22 rumah, semuanya di Jombang. Dua unit rumah dikerjakan oleh OPSHID pusat, sementara 20 unit lainnya dikerjakan secara gotong royong oleh OPSHID dari seluruh Indonesia. Semua rumah yang dibangun tahun itu berlokasi di Jombang. Mereka menyebutnya pembangunan terpadu.
Konsep pembangunan 20 RLHS secara terpadu kembali diterapkan pada tahun 2013. Kali itu pembangunan dipusatkan di Bojonegoro dan Lamongan. Untuk Jombag sendiri, OPSHID membangun 2 rumah. Tahun berikutnya, 2014, pembangunan terpadu dipusatkan di wilayah Tuban dan Pati. Jumlah yang dibangun masih sama: 20 rumah di wilayah pembangunan terpadu, dan 2 rumah di Jombang.
Program pun terus berjalan sampai tahun ini, di mana OPSHID membangun 65 rumah secara serentak, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Angka 65 ini pun tercatat sebagai rekor—karena tahun-tahun sebelumnya OPSHID hanya membangun 20-an RLHS.
Pembangunan serentak itu dimulai pada 17 September 2023 atau 1 Rabiul Awwal 1445 H. Ditandai dengan syukuran peletakkan batu pertama bangunan rumah. Dan pada tahun 2023, program ini dinamai Rumah Syukur Layak Huni (RSLH).




Tinggalkan Balasan