Presiden AS Donald Trump membuka opsi pengiriman pasukan darat ke Iran untuk mengamankan stok uranium tingkat tinggi.


KOSONGSATU.ID—Dalam konferensi pers di pesawat Air Force One, Sabtu (7/3/2026), Trump secara terbuka mempertimbangkan pengerahan pasukan darat ke fasilitas nuklir Iran. 

“Mungkin saja, untuk alasan yang sangat bagus. Pada suatu saat mungkin kita akan melakukannya. Itu akan menjadi hal yang hebat,” tegas Trump.

Pernyataan ini muncul setelah operasi udara “Epic Fury” pada Februari 2026 dinilai belum mampu menetralkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran secara permanen. Analisis intelijen AS menunjukkan pemboman saja tidak cukup untuk mengamankan material nuklir strategis Iran.

Target: 440 Kilogram Uranium Tingkat Tinggi

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki sekitar 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen. Jumlah ini secara teoritis cukup untuk menghasilkan bahan peledak bagi sekitar sepuluh senjata nuklir jika diperkaya lebih lanjut ke tingkat senjata (90 persen).

Sebagian besar material tersebut diperkirakan masih tersimpan di fasilitas bawah tanah Isfahan. “Yang kami yakini, Isfahan hingga inspeksi terakhir kami memiliki sedikit lebih dari 200 kg uranium 60 persen,” kata Kepala IAEA Rafael Grossi, dikutip dari Reuters.

Dua Opsi Operasi Darat

Laporan Axios mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump telah membahas dua opsi utama terkait penanganan uranium Iran :