Pemerintah menyiapkan skenario ibadah haji 2026 untuk mengantisipasi hambatan akibat konflik Timur Tengah. Demi keselamatan jemaah.


KOSONGSATU. ID – Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah membuat pemerintah Indonesia bergerak cepat. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan berbagai skenario untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Langkah antisipatif ini pemerintah ambil guna meredam dampak buruk dari eskalasi konflik tersebut.

Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas Utama

Dahnil menegaskan bahwa seluruh skenario berfokus penuh pada keselamatan jemaah haji Indonesia. Sikap ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden meminta jajarannya agar bersiap menghadapi segala kemungkinan jika situasi keamanan di Timur Tengah berubah drastis.

“Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jamaah haji, itu yang paling penting,” ujar Dahnil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Skenario Ubah Rute hingga Penundaan Keberangkatan

Pemerintah merancang beberapa rencana cadangan. Salah satu skenario utamanya adalah menyesuaikan rute penerbangan menuju Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umroh akan mengalihkan rute alternatif jika jalur udara yang biasa jemaah lalui dinilai tidak lagi aman.