Lonjakan 120 letusan dalam 24 jam membuat Gunung Ibu berstatus Waspada. BPBD Halmahera Barat siagakan dua titik evakuasi, logistik ribuan masker, dan armada truk untuk antisipasi eskalasi.


KOSONGSATU.ID—  Lonjakan aktivitas vulkanik ekstrem Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bergerak cepat menyiagakan skenario evakuasi.

Gunung bertipe stratovolcano ini tercatat mengalami sedikitnya 120 kali letusan beruntun hanya dalam kurun waktu 24 jam pada Senin (23/2/2026), dengan puncaknya memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter yang terbawa angin ke arah tenggara. Hingga Selasa (24/2/2026) pagi, aktivitas kegempaan vulkanik tercatat masih terus berfluktuasi.

BPBD Kalibrasi Ulang Rencana Kontingensi

Merespons anomali energi magmatik tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halmahera Barat, Irfan Idrus, menegaskan pihaknya telah mengkalibrasi ulang rencana kontingensi kebencanaan.

“Pemkab tidak mau mengambil risiko. Kami telah menyiagakan dua lokasi titik pengungsian utama yang berada di luar radius bahaya, yakni di fasilitas umum Desa Tongute Sungi dan Desa Akesibu,” ujar Irfan.

Ia menambahkan, stok logistik awal berupa 5.000 masker, matras, dan makanan siap saji telah didorong ke titik aman terdekat, sementara armada truk disiagakan untuk menjemput warga jika status diekskalasi ke Level III (Siaga).

Rekomendasi PVMBG dan Zona Bahaya

Langkah antisipatif ini sejalan dengan rekomendasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan Gunung Ibu dalam Status Level II (Waspada).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, M. Richard Chaniago, meminta sterilisasi aktivitas warga dalam radius dasar 2 kilometer, serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer spesifik ke arah bukaan kawah bagian utara.

Mengacu pada zona merah sektoral tersebut, BPBD saat ini memfokuskan pemantauan ketat di desa-desa rawan terdampak seperti Desa Sangaji Nyeku, Tuguis, dan Togoreba Sungi. Warga juga diimbau disiplin menggunakan masker guna menghindari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta tidak mudah terpancing informasi hoaks yang meresahkan.***