Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi pada Senin (16/2/2026) dini hari. Kolom abu setinggi 600–800 meter teramati membumbung. Status masih Level II (Waspada), warga diminta patuhi radius aman 2–3,5 km.
KOSONGSATU.ID–Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (16/2/2026) dini hari. Letusan ini menambah daftar aktivitas vulkanik yang fluktuatif di kawasan tersebut sepanjang awal tahun 2026.
Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, erupsi terjadi pada pukul [Waktu] WIT. Kamera pemantau dan pengamatan visual mencatat kolom abu vulkanik teramati membumbung setinggi kurang lebih 600 hingga 800 meter di atas puncak (± 1.925 meter di atas permukaan laut).
“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut,” demikian bunyi laporan tertulis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Senin pagi.
Data Seismik dan Status Terkini
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum sekitar 28 mm dan durasi kurang lebih 60 hingga 90 detik. Sebelumnya, pada Minggu (15/2) malam, instrumen pemantau juga mendeteksi adanya peningkatan gempa hembusan, yang mengindikasikan desakan magma dangkal menuju permukaan.
Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Ibu berada pada Level II (Waspada). Meskipun status ini bukan level tertinggi, potensi bahaya dari lontaran batu pijar dan hujan abu lebat tetap mengancam area sekitar kawah.
Rekomendasi Keselamatan
Merespons aktivitas ini, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat sekitar maupun pengunjung.
“Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif,” tulis rekomendasi resmi Badan Geologi.
Selain potensi bahaya letusan langsung, ancaman kesehatan akibat hujan abu juga menjadi perhatian. Pihak PGA Ibu mengimbau masyarakat yang bermukim di arah hembusan angin—khususnya di sisi barat laut—untuk meningkatkan kewaspadaan.




1 Komentar