Hutan yang Terus Menyusut
Tagihan dari semua korupsi itu kini terlihat jelas di data.

Data Auriga Nusantara mencatat luas kehilangan hutan Indonesia mencapai 433.751 hektare sepanjang 2025 — meningkat 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau setara enam kali luas Singapura. Ironisnya, sekitar 58 persen dari deforestasi itu bersifat legal — terjadi di dalam area yang berizin konsesi atau proyek pemerintah.
World Resources Institute mencatat bahwa program food estate dan ekspansi energi di Indonesia akan menjadi ujian berikutnya bagi tren deforestasi — apakah tujuan pembangunan bisa dicapai tanpa pembukaan hutan lebih lanjut.
Sementara itu di Kuansing, para petani sawit masih menunggu kejelasan: apakah SHU mereka yang dipotong separuh itu akan pernah dikembalikan?***
Rujukan:
- Auriga Nusantara. Status Deforestasi Indonesia 2025 (STADI 2025). Jakarta: Yayasan Auriga Nusantara, April 2026.
- Universitas Indonesia. Pola Korupsi Pemerintah Daerah dan Pimpinan Transformasional. Jakarta: UI, 2018.
- Winters, Jeffrey. Oligarchy. Cambridge: Cambridge University Press, 2011.
- World Bank. Indonesia: Environment and Development. Washington DC: World Bank, 1994.
- Forest Watch Indonesia (FWI). Jejak Deforestasi dalam 4 Dekade. Bogor: FWI, Desember 2025.
- World Resources Institute. Tropical Rainforest Loss Slowed in 2025, but Fire Is a Growing Threat to Forests Worldwide. Washington DC: WRI, April 2026.
- Furnivall, John S. Netherlands India: A Study of Plural Economy. Cambridge: Cambridge University Press, 1944.
- Tirto.id. “Di Era Orde Baru, Hutan Indonesia Digarong Penguasa & Konglomerat.” 28 Januari 2021.
- Jikalahari & Senarai. Kepala Daerah di Riau Terlibat Kasus Korupsi. Pekanbaru: Jikalahari, 2024.



Tinggalkan Balasan