RSCM menyatakan mata kanan Andrie Yunus terancam buta permanen akibat kerusakan jaringan pascaserangan air keras.


KOSONGSATU.ID – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terbaru Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang diserang air keras di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Hingga akhir Maret, kondisi umum korban dinyatakan stabil. Namun, ancaman serius masih membayangi fungsi penglihatannya. Tim medis memastikan kerusakan paling berat terjadi pada mata kanan.

Kerusakan Mata Belum Pulih

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyebut gangguan aliran darah di mata korban belum sepenuhnya teratasi.

“Tim medis menemukan adanya kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah kembali pada area bawah sklera mata kanan,” ujar Yoga dalam keterangan pers, 26 Maret 2026.

Iskemia ini berdampak langsung pada jaringan vital mata.

Penanganan dilakukan secara intensif. Terapi meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, serta vitamin untuk mendukung pemulihan jaringan.

“Perawatan difokuskan untuk menjaga jaringan yang masih dapat diselamatkan. Kondisi umum pasien stabil dan tidak mengancam jiwa,” kata Yoga.

Meski demikian, pemulihan fungsi penglihatan masih belum pasti.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan risiko kebutaan permanen tetap tinggi. “Fungsi matanya dikhawatirkan tidak bisa berfungsi seperti sediakala,” ujar Dimas pada 18 Maret 2026.

Kondisi ini menjadikan pemulihan mata sebagai tantangan utama dalam perawatan korban.

Luka Bakar 24 Persen Tubuh

Selain mata, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh. Dokter mencatat luka mencapai 24 persen dari luas tubuh, meliputi wajah kanan, dada, serta kedua tangan.

Paparan cairan korosif menyebabkan kerusakan jaringan dalam waktu cepat. Penanganan dilakukan untuk mencegah infeksi dan mempercepat regenerasi jaringan kulit.

Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah fungsi penglihatan korban dapat kembali normal.***