Rumah sakit daerah (RSUD) di berbagai provinsi lumpuh oleh antrean komplain. Jutaan warga miskin baru sadar kartu BPJS-nya mati saat nyawa sedang dipertaruhkan.
KOSONGSATU.ID — Jakarta. Senin pagi (9/2/2026) menjadi hari kelabu bagi dunia kesehatan nasional. Di Gedung DPR RI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengakui adanya “kejutan besar” akibat penonaktifan 11 juta peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Namun, di ruang-ruang tunggu RSUD, kejutan itu berubah menjadi tangisan.
Sejak sinkronisasi data dilakukan pada 1 Februari 2026, jutaan warga mendapati status kepesertaan mereka nonaktif tanpa notifikasi. Penelusuran KosongSatu.id menemukan indikasi kuat bahwa kebijakan ini bukan sekadar efisiensi anggaran, melainkan operasi “bersih-bersih” data sosial yang menargetkan pelaku judi online (judol), namun dieksekusi dengan algoritma yang “memukul rata”.
Transisi Data yang Mematikan
Pemicu formal kekacauan ini adalah penerapan Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 3 Tahun 2026 yang ditandatangani 19 Januari lalu. Aturan ini mengubah basis data penerima bantuan dari DTKS ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang jauh lebih ketat.
Dalam Rapat Kerja dengan Pimpinan DPR RI hari ini (9/2/2026), Menkeu Purbaya menegaskan alasan fiskal di balik langkah drastis ini.
“Penundaan pencabutan sebelumnya membuat total peserta PBI melonjak melebihi kuota APBN 2026 yang dipatok 96,8 juta jiwa. Jadi ini langkah korektif,” ujar Purbaya. Ia mengakui angka 11 juta adalah jumlah masif yang mengejutkan banyak pihak.
Agenda Tersembunyi: Perang Lawan “Judol”
Namun, ada variabel tak tertulis yang bermain di balik layar. Sumber di Kementerian Sosial mengonfirmasi bahwa penonaktifan ini berkorelasi dengan data transaksi keuangan mencurigakan yang dipasok PPATK sejak akhir 2025.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebelumnya telah memberikan peringatan keras. “Jika penerima bantuan terindikasi menggunakan dana untuk hal tidak produktif seperti ‘judol’, maka kami coret. Ini shock therapy,” tegas Gus Ipul dalam beberapa kesempatan.




1 Komentar