Menkes mengungkap anomali data JKN di DPR: kelompok 10 persen terkaya masih menerima subsidi iuran. Kuota itu kini akan dialihkan ke warga yang lebih membutuhkan.


KOSONGSATU.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap temuan anomali dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu, 15 April 2026, ia menyebut kelompok 10 persen orang terkaya masih tercatat menerima subsidi iuran dari pemerintah. 

Temuan itu muncul setelah pemerintah merapikan data secara terpusat lewat Badan Pusat Statistik dengan mengonsolidasikan basis data dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial. “Kami melihat ada anomali. Uang yang kita bayarkan itu tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin,” kata Budi. 

Kuota Dialihkan

Budi mengatakan subsidi untuk kelompok mampu itu akan dialihkan ke warga yang lebih layak menerima bantuan. “Lebih baik kita hapus kuota untuk yang 10 persen terkaya, lalu kita alihkan ke warga di desil lima yang selama ini belum masuk PBI,” ujar Budi dalam rapat tersebut.