DPRD Jawa Barat kompak setuju ganti nama jadi Tatar Sunda. Tapi nama itu dulu lahir dari proyek Belanda untuk memecah Indonesia.
KOSONGSATU.ID — Ada ironi yang jarang disadari di balik wacana yang sedang ramai ini. Nama yang hari ini diperjuangkan sebagai simbol kebanggaan identitas Sunda, dulu justru lahir dari meja perundingan penjajah.
Pada 2 Juli 2026, Komisi I DPRD Jawa Barat bersama akademisi, budayawan, dan sejarawan Sunda sepakat membawa usulan ganti nama provinsi ke tahap legislasi resmi. Seluruh fraksi memberi lampu hijau.
Ini bukan wacana baru. Usulan serupa sudah bolak-balik muncul sejak 2009, lalu 2013, 2015, dan 2020. Tapi baru kali ini masuk mekanisme formal parlemen daerah.
Pertanyaannya: seberapa dalam akar historis nama “Tatar Sunda” atau “Pasundan” ini? Dan kenapa justru nama itu punya jejak yang jauh lebih rumit dari sekadar romantisme budaya?
Sunda, Nama yang Lebih Tua dari Indonesia
Jauh sebelum ada perdebatan administratif, nama Sunda sudah dikenal dunia. Ahli geografi Yunani-Romawi Claudius Ptolemaeus mencatatnya sekitar tahun 150 Masehi dalam karya Geographia, menyebut kepulauan di kawasan ini sebagai Sunda.
Nama itu kemudian melekat pada Kerajaan Sunda yang berdiri usai runtuhnya Tarumanagara, beribu kota di Pakuan Pajajaran, kini Bogor. Wilayahnya membentang dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu atau Cipamali, jauh lebih luas dari batas Jawa Barat sekarang.
Bahkan Jakarta, yang dulu dikenal sebagai Sunda Kalapa, pernah menjadi bagian administratif wilayah Sunda. Begitu juga Banten, yang kini sudah berdiri sebagai provinsi sendiri sejak tahun 2000.
Jadi klaim bahwa “Tatar Sunda” punya akar sejarah panjang memang berdasar. Yang jadi rumit justru ketika nama itu masuk ke ranah politik modern.
Ironi Kolonial: Sunda Diganti Jadi “West-Java”
Di sinilah plot twist pertama muncul. Ketika tokoh-tokoh pergerakan seperti Oto Iskandar di Nata, Husni Thamrin, dan Tjokroaminoto memperjuangkan sistem pemerintahan di tanah Sunda pada awal abad ke-20, Belanda justru menamainya Provincie West-Java pada 1926.




Tinggalkan Balasan