Salah ucap Presiden tentang gaji guru 300 persen membuka luka lama: negara punya anggaran besar, tetapi belum punya desain serius memuliakan pendidik.

KOSONGSATU.ID — Ada yang lebih menyakitkan dari sekadar salah ucap. Saat Presiden Prabowo Subianto sempat menyebut gaji guru naik 300 persen, harapan jutaan pendidik seperti menyala sesaat. Namun, ucapan itu segera diralat. Kenaikan besar itu ternyata untuk hakim.

Bagi guru, terutama honorer dan kontrak, momen itu bukan sekadar kekeliruan teknis. Ia seperti cermin yang memantulkan persoalan lama: profesi guru kerap dipuji dalam pidato, tetapi tertinggal dalam desain kesejahteraan negara.

Pemerintah belakangan mengaitkan kecilnya gaji guru dengan kebocoran kekayaan nasional melalui praktik pengurangan nilai tagihan ekspor. Masalah itu memang serius. Namun, menjadikannya alasan utama rendahnya kesejahteraan guru justru menyederhanakan persoalan.

Sebab, uang pendidikan sebenarnya sudah besar. Mengutip laporan Tirto, anggaran pendidikan dalam APBN 2026 disebut mencapai Rp769,09 triliun. Dari angka itu, sekitar 35 persen atau Rp274,7 triliun dialokasikan untuk gaji dan kesejahteraan guru, dosen, serta tenaga pendidik.

Anggaran Besar, Prioritas Berserak

Masalahnya bukan semata ada atau tidak ada uang. Masalahnya terletak pada cara negara menyusun prioritas. Anggaran pendidikan 20 persen dari APBN memang terlihat besar di atas kertas, tetapi isinya tidak seluruhnya langsung menyentuh ruang kelas.

Mahkamah Konstitusi bahkan mencatat adanya permohonan uji materi terhadap UU APBN 2026 karena program Makan Bergizi Gratis dimasukkan dalam penjelasan pendanaan operasional pendidikan. Para pemohon menilai skema itu berpotensi mempersempit ruang pembiayaan pendidikan murni.

Di titik inilah kritik P2G menemukan relevansinya. Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, menilai kesejahteraan guru tidak berkaitan langsung dengan arus keluar kekayaan nasional. Dengan anggaran yang tersedia, negara sebetulnya punya ruang untuk membenahi nasib guru bila alokasinya tepat.