Hariyanti (54), janda di Palembang yang 13 tahun menghidupi dua anak dengan upah Rp90 ribu per hari, akhirnya mendapat rumah layak huni dari OPSHID melalui program nasional Rumah Syukur.
KOSONGSATU.ID–Tiga belas tahun sudah Hariyanti bertahan hidup di rumah sederhana yang jauh dari kata layak. Sejak ditinggal suaminya, ia seorang diri menghidupi dua anak dengan bekerja sebagai tukang bersih waduk. Upahnya hanya Rp90 ribu per hari, dari pukul 08.00 hingga 16.00. Dengan penghasilan pas-pasan itu, ia tetap berjuang menyekolahkan anak-anaknya.
Kini, perjuangan panjang itu berbuah harapan baru. Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) melalui program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubina (RSLHSFM) membangunkan rumah untuk Hariyanti.

Program ini merupakan bagian dari pembangunan serentak 97 unit rumah di 17 provinsi, menyambut 97 tahun Hari Sumpah Pemuda dan lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
“Progres sekarang sudah 20 persen. Semangat dulur OPSHID Palembang tak terbendung meski tiap hari hanya ada 6–8 orang. Alhamdulillah, dengan komando Mas Ishadi sebagai ketua DPD OPSHID dan Bapak Imam Nawawi sebagai kepala tukang, hari ini sudah selesai pemasangan bata dan kusen. Malam ini langsung dilanjutkan pengecoran sabuk atas,” ujar Ahmad Nurcahyono dari OPSHID Palembang.

Bagi Hariyanti, rumah ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan simbol perjuangan, doa yang terjawab, dan bukti bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.***




Tinggalkan Balasan