“Modusnya berulang namun efektif. Pelaku mengaku mengirim hadiah mahal seperti perhiasan atau uang tunai dari luar negeri, lalu korban dihubungi ‘petugas bea cukai’ fiktif untuk membayar pajak impor atau biaya tebusan,” tulis OJK dalam pernyataan resminya (9/1/2026).
Jika korban mulai ragu, pelaku akan menaikkan tekanan emosional, seperti berpura-pura panik atau menyalahkan korban karena dianggap tidak percaya. Satu pola konsisten yang patut dicurigai adalah penolakan pelaku untuk melakukan panggilan video (video call) atau pertemuan langsung dengan berbagai alasan darurat.

Luka Finansial dan Trauma Psikologis
Kerugian puluhan miliar rupiah hanyalah satu sisi cerita. Berdasarkan data Mahkamah Agung RI tahun 2025, terdapat sedikitnya 2.267 warga yang terdampak penipuan digital ini. Banyak korban yang memilih bungkam dan enggan melapor karena merasa malu atau takut dihakimi.
Dampak psikologis seperti trauma, kehilangan kepercayaan diri, hingga isolasi sosial sering kali menjadi beban berat bagi para penyintas love scam. Para pelaku sengaja mengeksploitasi kebutuhan dasar manusia akan kasih sayang untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Imbauan OJK: Nalar Harus Tetap Menyala
Menghadapi kerentanan di hari kasih sayang ini, OJK menekankan bahwa relasi daring yang sehat tidak akan pernah menuntut transfer uang di tahap awal perkenalan. Otoritas meminta masyarakat untuk melakukan langkah-langkah preventif berikut:
- Verifikasi Identitas: Jangan mudah percaya pada profil dengan profesi mentereng tanpa bukti nyata.
- Abaikan Klaim Hadiah: Curigai setiap paket kejutan yang tiba-tiba menuntut pembayaran biaya administrasi.
- Cek Kanal Resmi: Jika ada klaim paket tertahan, hubungi pihak Bea Cukai melalui kanal resmi, bukan nomor WhatsApp pribadi yang mendadak menghubungi.
“Love scam menjadi tren kejahatan finansial digital yang tengah meningkat. Masyarakat harus waspada terhadap modus manipulatif,” tegas OJK. Di era digital, menjaga nalar tetap menyala adalah bentuk perlindungan diri terbaik dari rayuan yang mungkin tidak pernah nyata. ***




1 Komentar