Di Indonesia sendiri, muncul tren couple frugal di mana pasangan muda lebih memilih memangkas biaya perayaan Valentine yang mahal untuk dialihkan ke tabungan uang muka (DP) rumah pertama. Dengan biaya pacaran di Jakarta yang bisa mencapai Rp5 juta per bulan, dana tersebut dinilai lebih bijak jika dikonversi menjadi aset properti atau logam mulia.

Pada akhirnya, Valentine bukan sekadar tentang seberapa mahal barang yang digenggam, melainkan seberapa besar kepedulian yang ditanam untuk masa depan. Memilih emas yang abadi atau sembako yang penuh manfaat adalah cara kita berkata bahwa kasih sayang ini tidak hanya manis di lisan, tapi juga nyata dalam tindakan.

Mari jadikan momen kasih sayang tahun ini sebagai langkah awal membangun masa depan yang lebih kokoh dan bermakna bersama orang tercinta. Karena cinta sejati tidak hanya memanjakan rasa, tapi juga menjamin masa depan.***