Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya mematahkan spekulasi liar mengenai kondisinya dengan tampil dalam sebuah video bersama Utusan Khusus Amerika Serikat, Mike Huckabee.
KOSONGSATU.ID— Dalam rekaman yang dipublikasikan Rabu (18/3/2026) dari kantornya, Netanyahu secara terbuka mengejek teori konspirasi yang menyebutnya tewas atau menggunakan video rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Video tersebut dirilis di tengah derasnya rumor yang menyebut Netanyahu tewas terbunuh atau bersembunyi di bunker akibat eskalasi perang dengan Iran yang disebut “Operation Roaring Lion“. Dalam unggahan di akun X miliknya, @netanyahu, ia menyapa Huckabee dengan nada bercanda namun tegas.
“Ya, Mike, saya masih hidup,” ujar Netanyahu.
Ia kemudian secara langsung menunjuk ke arah kamera sambil memperlihatkan kedua telapak tangannya.
“Kami berjabat tangan dengan lima jari di masing-masing tangan,” sindirnya, merespons tuduhan bahwa video sebelumnya adalah hasil rekayasa AI yang membuat tangannya tampak memiliki enam jari.
Crossing names off the list is good – doing it shoulder to shoulder with our American friends is even better.
Good to see Ambassador @GovMikeHuckabee. Always a pleasure.
🇮🇱🇺🇸 pic.twitter.com/FZrZN03IZI
— Benjamin Netanyahu – בנימין נתניהו (@netanyahu) March 17, 2026
Asal Mula Konspirasi: Enam Jari dan Video yang Diklaim Deepfake
Kepanikan massal ini bermula dari video penampilan Netanyahu pada 12 Maret 2026. Sejumlah warganet menduga video tersebut adalah hasil manipulasi AI karena kompresi piksel yang membuat tangan kanan Netanyahu seolah-olah memiliki enam jari.
Tuduhan ini bergulir cepat di berbagai platform digital.
Kantor Perdana Menteri Israel (PMO) sempat merilis pernyataan resmi pada 15 Maret 2026 untuk membendung kepanikan. “Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja,” tegas Juru Bicara Resmi PMO kepada Anadolu Agency.
Namun, klarifikasi itu tidak langsung menghentikan laju informasi palsu. Netanyahu bahkan sempat merilis video “bukti kehidupan” dari sebuah kedai kopi di luar Yerusalem dengan nada candaan.
Ironisnya, sistem AI bernama Grok justru secara keliru melabeli video tersebut sebagai konten deepfake, semakin mengipasi keraguan publik.
PolitiFact Turun Tangan: “Tidak Ada Indikasi Rekayasa AI”
Lembaga pemeriksa fakta independen, PolitiFact, akhirnya melakukan investigasi mendalam terhadap video yang memicu kontroversi itu.
Dalam laporan yang dipublikasikan pada 13 Maret 2026, PolitiFact menyimpulkan bahwa tuduhan manipulasi AI tidak berdasar.
“Pemeriksaan lebih dekat menunjukkan ia memiliki lima jari di kedua tangan. Tidak ada indikasi lain bahwa video itu diubah atau dibuat dengan AI,” tulis laporan resmi PolitiFact.
Fakta ini menegaskan bahwa seluruh rumor kematian Netanyahu murni merupakan disinformasi yang terstruktur.
Dengan tampilnya Netanyahu bersama Huckabee, pemerintah Israel berharap publik internasional kembali fokus pada fakta di lapangan, bukan pada konspirasi digital yang menyesatkan.***




Tinggalkan Balasan