Oxygenator hadir sebagai solusi serbaguna—memperpanjang kesegaran, menyegarkan udara, hingga bantu pemulihan tubuh—cukup dengan kekuatan oksigen.


KOSONGSATU.ID—Di tengah dunia yang makin padat polusi dan makin banyak makanan olahan, sebuah inovasi unik hadir menawarkan solusi berbasis oksigen: oxygenator. Alat ini bukan hanya sekadar penjernih udara atau filter air biasa, tapi perangkat pasif yang mampu meningkatkan kadar oksigen di sekitarnya—dari ruang tamu, dapur, hingga kap mesin kendaraan.

Dikembangkan oleh Pimpinan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME)—salah satu organisasi di bawah Tarekat Shiddiqiyyah—Moch. Subchi, teknologi ini lahir dari perpaduan antara spiritualitas, sains, dan teknologi.

“Oxygenator menawarkan cara kerja yang berbeda dari perangkat konvensional. Ia tak butuh listrik, tak mengandalkan bahan kimia, tapi bekerja melalui Metafakta Oxytron—yakni pemanfaatan frekuensi resonansi yang mampu memicu peningkatan kadar oksigen di udara, cairan, bahkan benda padat,” jelas Rizki Himawan, salah satu anggota sekaligus terapis OPSHID yang kerap menggunakan oxygenator sebagai media terapi.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Rizki menerangkan, oxygenator ini menggunakan sebuah teknologi bernama Reso MetaFakta. Teknologi ini bekerja seperti garpu tala: menghasilkan resonansi yang memengaruhi struktur molekul di sekitarnya.

“Lempeng oxygenator yang disematkan dengan meta-oxygen memancarkan frekuensi tertentu yang mampu mengurai zat kimia berbahaya, meningkatkan kadar oksigen, dan memperbaiki kualitas lingkungan secara pasif,” jelas Rizki.

Oxygenator ini berbentuk lempengan bulat dengan dua varian ukuran alat ini: diameter 5 cm dan 12 cm—cukup kecil untuk ditaruh di saku, atau di pojok ruangan.

Beragam Manfaat, Satu Prinsip: Oksigen

Dalam kehidupan sehari-hari, oxygenator menunjukkan kegunaannya di berbagai aspek.

Pada makanan dan minuman, alat ini dipercaya mampu memperpanjang kesegaran sekaligus menetralkan zat kimia berbahaya yang mungkin terkandung di dalamnya. Bahkan, kadar oksigen dalam air minum pun disebut-sebut meningkat, menjadikannya lebih sehat dan aman dikonsumsi.

Di dalam ruangan, banyak pengguna melaporkan perubahan yang terasa. Udara menjadi lebih bersih, lebih segar, dan bau-bau tak sedap perlahan menghilang setelah alat ini diletakkan di sudut rumah.

Manfaatnya juga merambah ke sektor otomotif. Ketika diletakkan di bagian mesin atau tangki bahan bakar kendaraan, Oxygenator diklaim dapat mengurai partikel bahan bakar, sehingga konsumsi BBM menjadi lebih efisien.

Tak hanya itu, power dan torsi mesin pun disebut ikut meningkat.

Tak kalah menarik, alat ini juga digunakan dalam terapi tubuh. Cukup ditempelkan di area yang terasa sakit, oxygenator diyakini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan secara alami—tanpa obat, tanpa suntikan. Cukup dengan energi oksigen.

Apa Kata Para Pengguna?

Seorang pengguna mengklaim bahwa bau tak sedap di ruang tamunya hilang hanya dalam beberapa jam setelah alat ini diletakkan di sudut ruangan. Sedangkan seorang pengguna lainnya melaporkan peningkatan saturasi oksigen dari 80% menjadi 95–98% setelah menggunakan oxygenator berukuran kecil.

Kisah paling dramatis datang dari Situbondo. Seorang pria bernama Fitriandi mengalami kelumpuhan mendadak selama tiga hari. Setelah menjalani terapi dengan Oxygenator ST selama dua jam, kondisinya menunjukkan kemajuan signifikan. Cerita ini bahkan telah diunggah ke kanal YouTube STHolics Untuk Indonesia Raya.

Menuju Masa Depan Berbasis Oksigen

Dari udara yang lebih segar hingga makanan yang lebih aman, oxygenator hadir membawa janji teknologi yang menyatu dengan alam. Meski masih membutuhkan riset lebih lanjut untuk mengukuhkan klaim ilmiahnya, pengalaman para pengguna menunjukkan bahwa alat ini lebih dari sekadar benda logam kecil. Ia bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Dalam dunia yang makin sesak dan serba cepat, barangkali kita butuh lebih banyak teknologi yang “diam-diam bekerja” seperti oxygenator: kecil, sederhana, tapi berdampak besar.***