​Sebelumnya, IRGC telah mengeluarkan peringatan keras melalui radio VHF. Mereka menegaskan tidak ada kapal dagang yang diizinkan melintasi jalur tersebut.

Pada awal Maret, seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran yang identitasnya disamarkan oleh media pemerintah bahkan mengeluarkan ancaman mematikan.

“Selat Hormuz ditutup. Kapal apa pun yang mencoba melintasi jalur tersebut akan diserang,” tegasnya. Ancaman ini terbukti dengan diserangnya beberapa kapal dagang, seperti Skylight dan Athe Nova, di sekitar perairan Oman.

​Meski berhasil lolos, taktik yang digunakan Omega Trader hanyalah pengecualian darurat, bukan sebuah kelaziman baru. Kapal tanker Eagle Velour tujuan Korea Selatan juga sebelumnya dilaporkan berhasil lolos dengan membawa muatan dua juta barel menggunakan cara serupa.

Namun, kondisi secara umum tetap mencekam. Volume lalu lintas kapal tanker di kawasan itu telah anjlok hingga 90 persen. Peristiwa ini memaksa dunia untuk bersiap menghadapi lonjakan harga energi akibat tersendatnya urat nadi distribusi minyak bumi.***