Kapal supertanker mematikan pelacak demi lolos dari blokade militer di Selat Hormuz menuju India.
KOSONGSATU.ID – Sebuah kapal supertanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) berhasil mencetak sejarah menegangkan di perairan Timur Tengah. Kapal bernama Omega Trader tersebut sukses membawa dua juta barel minyak mentah asal Irak menerobos blokade militer di Selat Hormuz.
Keberhasilan ini terkonfirmasi pada Selasa, 24 Maret 2026, setelah kapal itu kembali memancarkan sinyal radar di lepas pantai Mumbai, India.
Langkah nekat ini terjadi di tengah memanasnya krisis geopolitik Teluk Persia.
Sejak akhir Februari lalu, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara sepihak memblokade chokepoint paling strategis di dunia tersebut. Blokade ini merupakan respons langsung terhadap serangan militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Dampaknya seketika melumpuhkan jalur pelayaran yang biasanya menangani 20 persen pasokan minyak global.
Kapal yang dikelola oleh perusahaan pelayaran asal Jepang, Mitsui OSK Lines Ltd. (MOL), itu harus mengambil risiko luar biasa. Untuk menghindari deteksi militer dan ancaman serangan, Omega Trader menggunakan taktik pelayaran gelap.
Taktik itu mengharuskan awak kapal mematikan transponder sistem pelacakan otomatis atau AIS saat memasuki area Teluk Persia yang berisiko tinggi. Kapal raksasa ini sempat menghilang tanpa jejak dari radar pantauan sipil selama lebih dari sepuluh hari.
Taktik Pelayaran Gelap yang Berisiko
Keberhasilan Omega Trader menjadi bukti bagaimana operator kapal terpaksa bertaruh nyawa demi mempertahankan rantai pasok energi global.
Jurnalis dan Analis Data Maritim dari Bloomberg, Prejula Prem dan Alex Longley, pada 24 Maret 2026 mengonfirmasi keberhasilan manuver tersebut. “Sebuah kapal tanker minyak berkapasitas besar yang mengangkut dua juta barel minyak mentah Irak telah berhasil melewati Selat Hormuz.
Penyeberangan gelap, dengan transponder dimatikan, membuat sulit untuk melacak jumlah pasti kapal tanker yang melintas melalui selat tersebut,” ujar mereka.
Sebelumnya, IRGC telah mengeluarkan peringatan keras melalui radio VHF. Mereka menegaskan tidak ada kapal dagang yang diizinkan melintasi jalur tersebut.
Pada awal Maret, seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran yang identitasnya disamarkan oleh media pemerintah bahkan mengeluarkan ancaman mematikan.
“Selat Hormuz ditutup. Kapal apa pun yang mencoba melintasi jalur tersebut akan diserang,” tegasnya. Ancaman ini terbukti dengan diserangnya beberapa kapal dagang, seperti Skylight dan Athe Nova, di sekitar perairan Oman.
Meski berhasil lolos, taktik yang digunakan Omega Trader hanyalah pengecualian darurat, bukan sebuah kelaziman baru. Kapal tanker Eagle Velour tujuan Korea Selatan juga sebelumnya dilaporkan berhasil lolos dengan membawa muatan dua juta barel menggunakan cara serupa.
Namun, kondisi secara umum tetap mencekam. Volume lalu lintas kapal tanker di kawasan itu telah anjlok hingga 90 persen. Peristiwa ini memaksa dunia untuk bersiap menghadapi lonjakan harga energi akibat tersendatnya urat nadi distribusi minyak bumi.***




0 Komentar