Media sosial dihebohkan oleh unggahan yang menyebut Iran mengancam akan memutus kabel bawah laut yang membawa 95 persen lalu lintas internet dunia. Namun, klaim ini mendapat bantahan dari pakar teknologi yang menyebut ancaman tersebut tidak realistis secara teknis.


KOSONGSATU.ID—Sebuah unggahan di Threads pada Senin (23/3/2026) menyatakan bahwa Iran mengancam akan memutus kabel bawah laut yang membawa 95 persen lalu lintas internet dunia. Unggahan tersebut langsung viral dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Namun, dalam kolom komentar yang sama, sejumlah pengguna dengan latar belakang teknologi informasi memberikan klarifikasi. Mereka menilai ancaman tersebut tidak didasarkan pada pemahaman teknis tentang infrastruktur internet global.

 

View on Threads

 

Pakar: 600 Titik Kabel Tersebar di Seluruh Lautan

Salah satu komentar yang mendapat banyak respons menjelaskan bahwa infrastruktur kabel bawah laut tidak terpusat pada satu titik. Kabel-kabel tersebut melintasi berbagai rute di seluruh lautan dunia.

“Kabel bawah laut di selat itu mungkin salah satu dari sekitar 600 titik persilangan kabel. Jika mereka memutus kabel di persilangan itu, informasi akan dialihkan ke kabel lain,” demikian bunyi klarifikasi tersebut.

Untuk menghancurkan 95 persen internet dunia, diperlukan pemboman terkoordinasi di sekitar 90 persen dari lokasi-lokasi tersebut yang tersebar di seluruh lautan. Secara teknis, hampir mustahil dilakukan.

Ancaman Iran di Tengah Perang Siber

Meskipun ancaman memutus kabel bawah laut dinilai tidak realistis, Iran memang memiliki kemampuan siber yang signifikan. Selama konflik dengan AS dan Israel yang memasuki minggu keempat, serangan siber telah menjadi bagian dari medan pertempuran.

Sebelumnya, Iran telah berulang kali melancarkan serangan siber terhadap infrastruktur kritis di kawasan Teluk dan Israel. Sebaliknya, AS dan Israel juga dilaporkan melakukan operasi siber untuk melumpuhkan sistem pertahanan dan komunikasi Iran.

Pakar keamanan siber menilai ancaman terhadap infrastruktur kabel bawah laut lebih bersifat pernyataan politik daripada ancaman teknis yang kredibel. Perlindungan terhadap kabel bawah laut umumnya menjadi perhatian bersama negara-negara karena menyangkut kepentingan ekonomi dan komunikasi global.

Konteks Eskalasi Perang Iran-AS

Ancaman yang viral ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. Sejak 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.