Isu ini mengendap lama, seperti debu administratif yang tak kunjung dibersihkan sepenuhnya.

Pasar Besar, Produksi Tertahan

Indonesia bukan pemain kecil. Nilai industri gim nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp 41,94 triliun per tahun, dengan lebih dari 100 juta pemain aktif. Dari sisi konsumsi, Indonesia termasuk pasar terbesar di Asia Tenggara.

Namun dari sisi produksi dan kepemilikan kekayaan intelektual (IP), kontribusi studio lokal belum sebanding dengan besarnya pasar domestik. Sebagian besar nilai ekonomi masih mengalir ke produk impor.

Jika hambatan administratif terus berulang, kekhawatiran pelaku industri bukan lagi sekadar soal keterlambatan rilis. Skenario relokasi badan usaha menjadi pertimbangan rasional. Studio bisa mempertahankan tim kreatif di Indonesia, tetapi memindahkan kantor pusat dan kepemilikan IP ke luar negeri demi kepastian hukum dan kemudahan operasional.

Negara seperti Singapura menawarkan proses impor yang lebih adaptif untuk keperluan R&D, lengkap dengan insentif fiskal teknologi. Vietnam pun agresif membangun ekosistem digital dengan kebijakan investasi yang responsif.

Dalam lanskap kompetisi regional, perbedaan administratif yang tampak teknis bisa menjelma menjadi keunggulan strategis.

Regulasi Strategis, Implementasi Taktis

Pemerintah sebenarnya telah mengambil langkah penting melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Regulasi ini dirancang untuk memperkuat pembiayaan, pengembangan talenta, dan promosi global.

Di atas kertas, arah kebijakan sudah jelas.

Namun di lapangan, sejumlah pelaku industri menilai implementasi teknis—khususnya terkait kepabeanan Dev Kit—belum sepenuhnya seragam dan terstandarisasi. Tanpa pedoman operasional yang rinci dan dipahami petugas di garis depan, regulasi strategis berisiko berhenti sebagai dokumen normatif.

Di titik ini, pertanyaan mendasarnya bukan lagi apakah Indonesia ingin menjadi kekuatan ekonomi digital, melainkan seberapa cepat birokrasi mampu menyesuaikan diri dengan ritme industri.

Di Antara Ambisi dan Kepastian

Dev Kit hanyalah perangkat. Namun polemik di sekitarnya menyentuh fondasi yang lebih dalam: kepastian hukum, sinkronisasi kebijakan, dan keberpihakan pada penciptaan nilai tambah nasional.