Polri bersama organisasi masyarakat menanam 3.000 bibit uwi ungu di lahan tidur belakang Mapolsek Wates, Kediri, Rabu (4/3/2026). Program ini bertujuan mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi pangan lokal.
KOSONGSATU.ID—Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA), Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), dan jajaran kepolisian dari Polda Jawa Timur serta Polres Kediri berkolaborasi dalam tanam raya uwi ungu. Kegiatan berlangsung di lahan percontohan seluas 3.850 meter persegi yang terletak di area belakang Mapolsek Wates.
Sebanyak 3.000 bibit uwi ungu ditanam secara serentak pada fase awal. Bibit tersebut merupakan hasil swadaya dan suplai langsung dari PCTA Bekasi, Pondok Jati Diri Bangsa, serta gabungan petani lokal dari Kabupaten Magetan yang telah disiapkan sejak Januari 2026.
Karo SDM Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Sih Harno, yang memantau jalannya program memberikan apresiasi. “Tanam raya uwi ungu ini menjadi langkah konkret diversifikasi pangan lokal… menggalakkan penanaman uwi ungu di berbagai wilayah di Indonesia,” tegasnya, Rabu (4/3/2026).
Edukasi Nutrisi dan Manfaat Kesehatan
Selain fokus pada pemanfaatan lahan, program ini menitikberatkan pada edukasi masyarakat mengenai keunggulan uwi ungu. Secara tradisional dan klinis, uwi ungu kaya antioksidan dan memiliki indeks glikemik rendah sehingga ramah bagi penderita diabetes.
Ketua DPD PCTA Jawa Timur, H. Puryono, menyoroti fenomena ketidaktahuan masyarakat. “Selama ini masyarakat lebih mengenal ubi ungu, padahal uwi ungu memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan antioksidan tinggi yang baik untuk kesehatan,” tuturnya.
Ia meyakinkan bahwa kemudahan perawatan uwi ungu menjadikannya pangan alternatif yang menjanjikan. Tanaman ini dapat tumbuh di lahan tidur tanpa perawatan intensif.
Latar Belakang Program Ketahanan Pangan
Inisiatif lintas elemen ini merupakan turunan langsung dari instruksi Pemimpin Thoriqoh Shiddiqiyyah pada 18 Juli 2025. Beliau memproyeksikan tanaman ini akan diminati masyarakat setelah mengetahui khasiatnya.
Hal ini selaras dengan publikasi OPSHID pada 1 Mei 2025 melalui kadernya, Maharani Dika Putri. Dalam publikasi tersebut ditegaskan bahwa budidaya mandiri adalah langkah antisipatif terbaik menghadapi krisis pangan masa depan.
Program tanam uwi ungu di Kediri diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat dinilai efektif dalam mengoptimalkan lahan tidur untuk ketahanan pangan.***




Tinggalkan Balasan