Estafet cahaya ini kemudian diteruskan oleh putranya, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi. Pemimpin kesebelas kasepuhan ini bergerak cepat mengawinkan kearifan lokal dengan teknologi modern. Abah Ugi memadukan listrik PLTMh dengan tenaga surya (PLTS) berkapasitas 200 WP untuk memperkuat jaringan penerangan.
Kini, listrik hasil swadaya masyarakat tersebut tidak sekadar menyalakan bohlam lampu. Energi ini menghidupkan stasiun televisi lokal adat CIGA TV, stasiun radio Swara Ciptagelar FM, hingga jaringan internet nirkabel yang mengkoneksikan ratusan rumah warga dengan dunia luar secara mandiri.
Hutan Terjaga, Air Mengalir, Lampu Menyala
Keberhasilan kasepuhan ini mustahil terwujud jika warganya mengeksploitasi alam. Aki Karma (75), anggota Baris Kolot—warga yang menerima mandat turun-temurun menjaga lingkungan—memegang teguh prinsip pelestarian hutan di sekitar Gunung Halimun.
Bagi mereka, kelestarian pohon kayu besar di hulu Sungai Cisolok adalah jaminan berputarnya turbin. Hutan larangan, hutan titipan, dan hutan garapan memiliki aturan tegas tentang batas waktu pembukaan serta tata cara memulihkan lahan.
“Kudu bisa ngigelan jaman, tapi ulah kabawa ku jaman (Kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman, tapi jangan sampai terbawa arus zaman),” tutur Aki Karma merangkum filosofi hidup warga adat.
Di tengah gempuran teknologi, ia terus mengingatkan warga untuk mengawasi hulu air dari penebang liar. Turbin membutuhkan air, dan air membutuhkan pohon. “Alam marah kalau kita rusak. Alam selalu mengembalikan apa yang sudah kita kasih,” tegasnya dalam balutan pangsi hitam.
Pelecut Semangat Transisi Energi
Gelaralam membuktikan bahwa energi bukan sebatas deretan angka pada neraca pemerintah, melainkan denyut kehidupan yang selaras dengan pelestarian tradisi. Keberhasilan masyarakat adat mengelola PLTMh ini menjadi tamparan ironi sekaligus pelecut semangat yang berharga.
Jika desa terpencil di ketinggian Gunung Halimun mampu mencapai kemandirian energi dan menolak tunduk pada kegelapan, sudah saatnya Indonesia menghentikan pemadaman di tanah yang kaya raya ini dengan mulai serius menggarap potensi energi terbarukannya.***




Tinggalkan Balasan