Sidoarjo pilih sistem cor beton perbaiki jalan yang hancur oleh lindasan truk industri.


KOSONGSATU.ID–Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini mengubah total strategi penanganan infrastruktur jalan yang rusak. Mereka memilih mengambil langkah berani untuk menghentikan metode perbaikan aspal tambal sulam.

Keputusan tegas ini dilatarbelakangi oleh kondisi jalan yang selalu hancur terus menerus. Kawasan industri Sidoarjo membuat jalan raya dipaksa menahan beban kendaraan sangat berat setiap hari.

Kerusakan struktural paling parah terjadi di ruas Jalan Junwangi hingga menuju Kemangsen. Jalur alternatif krusial di wilayah Sidoarjo Barat ini hancur total digerus roda truk industri.

Pada pertengahan Februari lalu netizen memviralkan kerusakan jalan tersebut di ranah dunia maya. Lubang besar yang tergenang banjir memicu rentetan kecelakaan fatal pengendara motor yang melintas.

Bupati Sidoarjo Subandi langsung merespons keras keluhan warganya dengan turun ke lapangan. Beliau menginstruksikan perubahan drastis pada sistem perbaikan infrastruktur menjelang Lebaran tahun 2026.

Pemerintah kabupaten memutuskan untuk melakukan pembongkaran jalan yang rusak secara menyeluruh. Metode perbaikan diganti total menjadi sistem cor ulang beton yang kualitasnya jauh lebih solid.

Standar Baru Perbaikan Jalan

Perubahan strategi ini diyakini sangat mampu menahan beban tonase fantastis dari truk pabrik. Jalan beton terbukti jauh lebih awet dibandingkan aspal basah yang musuh utamanya air genangan.

Bupati Subandi melarang keras aparatur terkait melakukan pekerjaan tambal secara setengah hati. “Tidak boleh hanya ditambal sulam karena aspal akan cepat rusak,” tegasnya pada 18 Februari 2026.

Proyek pengecoran beton ini harus segera dieksekusi mengingat batas waktu yang kian mepet. “Minggu ini harus segera dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan kondisinya tetap baik,” ujar Subandi.

Subandi juga sangat menekankan aspek paling vital dari fungsi sebuah proyek pembangunan infrastruktur. “…dan meningkatkan keselamatan masyarakat,” tambahnya untuk meredam kekhawatiran para pengguna jalan.

Target penyelesaian cor beton ini dipatok sangat ketat sebelum hari raya Lebaran tiba. Jalur ini merupakan salah satu rute alternatif krusial bagi ribuan pemudik motor dari Kota Surabaya.

Pilihan beralih melakukan cor beton ini merupakan sindiran bagi kualitas birokrasi pemerintahan daerah lain. Banyak instansi yang masih asyik bertahan pada tambal sulam karena dalih penghematan anggaran semata.

Padahal secara hitungan jangka panjang metode tambal sulam justru menghamburkan lebih banyak uang. Aspal yang mudah mengelupas memaksa pemerintah berulang kali merogoh biaya untuk perawatan rutin bulanan.

Publik Sidoarjo kini mengawasi janji penyelesaian proyek cor beton tersebut secara tepat waktu. Keselamatan para pengendara motor sangat bergantung pada jaminan kualitas penyelesaian aspal di lapangan.***