Ratusan relawan di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, memacu pembangunan tiga unit Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah dengan menekan biaya konstruksi melalui pembuatan komponen material secara mandiri.

KOSONGSATU.ID — Pembangunan tempat tinggal cuma-cuma yang diinisiasi oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) tersebut ditargetkan rampung dalam tempo 21 hari, menjelang momentum Hari Sumpah Pemuda pada akhir Oktober 2026.

Proyek kemanusiaan ini merupakan wujud kolaborasi solid antara tiga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) OPSHID di wilayah Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Pantauan di lokasi pengerjaan pada Selasa (13/10) menunjukkan para pekerja tidak menerima upah, sehingga pengerahan tenaga sukarela ini memangkas pos biaya tenaga kerja atau yang lazim diistilahkan sebagai ekuitas keringat (sweat equity).

Sistem Kerja Terbagi Antardepartemen Konstruksi

Untuk mengejar target waktu yang sangat ketat, pihak penyelenggara menerapkan sistem kerja terstruktur yang membagi para relawan ke dalam regu-regu keahlian teknis.

Ketua Deputi OPSHID Malang Raya Imron Rosyadi menerangkan bahwa pembagian divisi ini dirancang agar setiap tahapan konstruksi dapat diselesaikan secara serentak tanpa tumpang tindih kepentingan.

“Tim awal merampungkan fondasi, struktur tata ruang, hingga atap dan plafon. Kemudian tim spesialis finishing melanjutkan pekerjaan, mulai dari memoles dinding, memasang keramik, instalasi listrik, hingga pengecatan,” kata Imron, dikutip dari Opshidmedia.net.

Selain efisiensi tenaga kerja, penghematan anggaran dicapai lewat pembuatan material bangunan secara mandiri di bengkel kerja warga, termasuk memproduksi kusen, daun pintu, serta jendela kayu.

Langkah swakelola material tersebut terbukti menekan ketergantungan pada pasokan fabrikasi luar sekaligus mengoptimalkan dana yang dihimpun dari tabungan rutin jemaah.

Target Sumpah Pemuda dan Rencana Estafet Wilayah

Pihak penyelenggara menargetkan ketiga rumah yang diperuntukkan bagi warga dhuafa di kawasan perbukitan Pujon ini dapat diserahterimakan sebelum 28 Oktober 2026.

Pemilihan tanggal tersebut dirangkaikan secara khusus dengan tasyakuran peringatan Hari Sumpah Pemuda serta momentum lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya ke-98.

Rencana strategis serupa dijadwalkan berlanjut ke wilayah Malang Utara dan Malang Timur guna memperluas jangkauan bantuan perumahan layak huni di daerah.

Pengurus lapangan menegaskan bahwa gerakan sosial ini digerakkan sepenuhnya dari kemandirian warga tanpa mengajukan proposal anggaran atau menunggu instruksi dari pemerintah daerah.

Bagi keluarga penerima manfaat, kehadiran hunian permanen tersebut memutus kesulitan menempati rumah tidak layak huni yang selama ini rentan terhadap terpaan hawa dingin pegunungan Malang.***