Ribuan warga Prigen menggelar aksi penolakan proyek real estate seluas 22,5 hektare di kawasan hutan Tretes demi mencegah bencana longsor.
KOSONGSATU.ID — Rencana alih fungsi lahan hutan produksi seluas 22,5 hektare di kawasan Tretes, Pasuruan, memicu perlawanan sengit warga. Proyek real estate di lereng Gunung Arjuno ini dinilai mengancam keselamatan sembilan ribu jiwa penduduk.
Puncak kemarahan meledak pada Minggu (29/3/2026). Ribuan massa melakukan aksi long march dari Simpang Dung Biru hingga Taman Wisata. Mereka menuntut penghentian total pembabatan sabuk hijau demi kelestarian lingkungan setempat.
Ketua Gema Duta, Priya Kusuma, menegaskan bahwa penghancuran resapan air ini akan memicu banjir bandang hingga Kecamatan Beji. Ia menilai keselamatan warga di lereng gunung kini sedang berada di ujung tanduk akibat ambisi pengembang.
“Jika hutan ini digunduli, keselamatan 9.000 warga menjadi taruhannya,” ujar Priya Kusuma pada Senin (30/3/2026). Ia menyebut perubahan konsep menjadi wisata alam hanyalah upaya kosmetik untuk meredam kemarahan masyarakat.
DPRD Pasuruan Jegal Perizinan
Aspirasi warga direspons cepat oleh parlemen daerah. Anggota Pansus DPRD Pasuruan, Sugiyanto, berjanji akan menjegal perusakan lingkungan tersebut. Rekomendasi hasil keputusan bersama dijadwalkan terbit pada akhir April mendatang.
“Kami tidak akan memberikan sejengkal tanah pun untuk digunakan pembangunan,” tegas Sugiyanto pada Senin (30/3/2026). Pernyataan ini memperkuat posisi tawar warga yang menolak keras kehadiran alat berat di kawasan lindung tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan proyek tersebut tidak mengantongi izin resmi. Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyebut belum ada pengajuan izin yang masuk ke meja bupati terkait pembangunan di Petak 50b tersebut.
“Pembangunan di Jatim harus memberikan ruang aspirasi masyarakat guna menghindari dampak membahayakan,” kata Emil, Rabu (1/4/2026). Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek tersebut berstatus bodong dan harus segera dihentikan. ***




Tinggalkan Balasan