Italia gagal menempuh jalur politik ke Piala Dunia 2026 setelah FIFA tetap memasukkan Iran dalam jadwal resmi turnamen.


KOSONGSATU.ID — Peluang Italia masuk Piala Dunia 2026 lewat pintu samping praktis tertutup. Mengutip laporan AP, FIFA tetap menyatakan pertandingan Iran di sekitar Los Angeles dan Seattle berjalan sesuai jadwal.

Wacana pergantian peserta itu muncul dari Paolo Zampolli, utusan khusus Amerika Serikat untuk kemitraan global. Ia mengaku telah menyampaikan gagasan agar Iran diganti Italia kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Reuters melaporkan, Zampolli berdalih Italia punya sejarah besar sebagai juara dunia empat kali. Namun, gagasan itu justru ditolak dari dalam Italia sendiri karena dianggap bertentangan dengan prinsip olahraga.

Italia Sendiri Menolak

Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi menyebut gagasan menggantikan Iran dengan Italia sebagai langkah yang tidak mungkin dan tidak tepat. Penolakan juga datang dari Ketua Komite Olimpiade Italia Luciano Buonfiglio.

“Saya akan merasa tersinggung. Anda harus layak untuk pergi ke Piala Dunia,” kata Buonfiglio, dikutip AP, Kamis (23/4/2026).

Italia memang kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. AP mencatat kegagalan itu memicu gejolak di tubuh sepak bola Italia, termasuk pergantian pelatih tim nasional dan presiden federasi.

Iran Tetap Masuk Jadwal

Dalam jadwal resmi FIFA, Iran tetap masuk Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles.

Iran kemudian bertemu Belgia pada 21 Juni di Los Angeles, sebelum menutup fase grup melawan Mesir pada 26 Juni di Seattle. Jadwal itu menunjukkan posisi Iran sebagai peserta resmi belum berubah.

AP juga mencatat, jika Iran mundur, pengganti secara teori lebih mungkin berasal dari Asia. Uni Emirat Arab disebut sebagai tim Asia nonlolos dengan peringkat tertinggi, bukan Italia.

Manuver ini muncul di tengah ketegangan Washington dan Roma setelah Trump menyerang Paus Leo XIV. Mengutip Reuters, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut serangan Trump terhadap Paus sebagai hal yang tidak dapat diterima.