Lingkaran itu pun berputar lagi.
Bangun Sistem, Bukan Menunggu Ratu
Mungkin Ronggowarsito sudah memberikan jawabannya 160 tahun lalu, jauh sebelum ada lembaga survei atau debat capres.
Dalam Serat Kalatidha, ia tidak menawarkan sosok penyelamat. Ia menawarkan sikap: waspada, sadar, tidak mudah hanyut.
Seberuntungnya orang yang lupa — lebih beruntung orang yang ingat dan tetap terjaga.
Selama rakyat masih menunggu Ratu Adil berikutnya, siklus ini tidak akan berhenti. Karena Ratu Adil tidak pernah datang untuk selamanya.
Yang datang hanya satu periode — lalu pergi, meninggalkan harapan yang harus diletakkan di bahu orang berikutnya.
Jawabannya mungkin sederhana, tapi belum pernah benar-benar dicoba: bukan pemimpin yang lebih sempurna, melainkan sistem yang tidak bergantung pada ada atau tidaknya sang ratu.***
Rujukan
- Indopol Survey & Consulting, Survei Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Subianto, 9 Juni 2026. Poltracking
- Indonesia, Survei Nasional: Evaluasi Pemerintahan Prabowo, Mei–Juni 2026.
- Litbang Kompas, Survei Kepuasan Publik, Januari 2025.
- Ronggowarsito, Serat Kalatidha, abad ke-19.
- Sindhunata, Ratu Adil: Ramalan Jayabaya dan Sejarah Perlawanan Wong Cilik (Gramedia, 2000).




Tinggalkan Balasan