Tito menyebut dirinya hanya memberikan masukan terkait kebijakan tersebut dan tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkannya ke publik.
Usulan Jumat Sebagai Hari WFH
Di tengah pembahasan kebijakan ini, muncul usulan agar WFH diberlakukan pada hari Jumat. Skema ini akan menciptakan rangkaian akhir pekan yang lebih panjang—Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Namun Tito enggan membeberkan secara rinci hari mana yang telah disepakati oleh para menteri.
Rencana WFH bagi aparatur sipil negara dan sektor swasta pertama kali mengemuka sejak pertengahan Maret. Presiden Prabowo dalam sidang kabinet di Istana Negara mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak sebagai antisipasi dampak krisis global menyusul meletusnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.
Ekonom: WFH Sulit Diterapkan Secara Konsekuen
Ekonom energi sekaligus Dosen Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai kebijakan WFH akan sulit diterapkan secara konsisten karena menyangkut perubahan pola kerja.
Ia menyatakan jika WFH satu hari diterapkan pada Jumat, pegawai berpotensi tidak benar-benar bekerja dari rumah, melainkan work from anywhere di tempat wisata sambil menikmati long weekend.
“Sehingga konsumsi BBM tidak dapat dihemat secara signifikan,” ujar Fahmy dalam keterangan tertulis, Ahad (22/3).
Ia membandingkan dengan masa pandemi Covid-19, di mana WFH berhasil menghemat BBM karena ada variabel keterpaksaan—yakni agar tidak tertular virus. Variabel itu tidak ada dalam kebijakan WFH satu hari yang akan diterapkan pemerintah.***




0 Komentar