Puasa Ramadan terbukti memicu hormon endorfin dan memperkuat kontrol diri secara ilmiah.


KOSONGSATU.ID—Ibadah puasa Ramadan ternyata memiliki dampak nyata bagi kesehatan mental manusia. Praktik menahan makan dan minum ini memicu perubahan hormon yang berpengaruh langsung pada stabilitas psikis. Secara ilmiah, puasa membantu individu mengatur ulang ritme hidup dan menurunkan tingkat stres.

Psikolog Klinis Universitas Airlangga (Unair), Dian Kartika Amelia Arbi, M.Psi., menjelaskan bahwa puasa berkaitan erat dengan stimulasi hormon positif dalam tubuh. Salah satu yang paling menonjol adalah peningkatan hormon endorfin.

Endorfin sebagai Pereda Stres Alami

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ibadah puasa efektif meningkatkan produksi hormon endorfin. Hormon ini berfungsi sebagai pereda nyeri alami dan pemberi rasa tenang yang membantu menurunkan tingkat kecemasan.

“Beberapa penelitian menunjukkan ibadah puasa berpengaruh pada peningkatan hormon endorfin,” ujar Dian saat memberikan pemaparan pada Senin (23/2/2026).

Endorfin menciptakan perasaan nyaman saat tubuh beradaptasi dengan kondisi tertentu, termasuk ketika menahan lapar dan haus. Meski setiap individu merespons secara beragam, proses menahan diri selama puasa mendorong tubuh memproduksi hormon tersebut secara konsisten. Hasilnya, suasana hati (mood) seseorang cenderung menjadi lebih stabil.

Fondasi Penting Kontrol Diri

Selain faktor hormonal, inti dari praktik puasa adalah penguatan kontrol diri atau self-control. Kemampuan ini merupakan fondasi krusial dalam menjaga kesehatan mental jangka panjang.

“Pada dasarnya puasa merupakan sebuah latihan untuk meningkatkan kontrol diri. Puasa melatih individu untuk menahan diri dalam melakukan sesuatu secara berlebih,” ungkap Dian.

Dian menambahkan bahwa penguatan kontrol diri yang dilakukan secara rutin selama sebulan penuh akan berdampak signifikan. Individu menjadi lebih mampu mengelola dorongan emosi saat menghadapi tekanan pekerjaan maupun akademik yang berpotensi memicu kecemasan.